Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, Merangkai Kisah dari Kutipan Kata

Film yang diangkat dari buku kumpulan quote Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (NKCTHI) sudah tayang. Penggalan-penggalan kalimat itu akhirnya menjadi cerita panjang yang utuh dan menyentuh.
FILM karya sutradara Angga Dwimas Sasongko itu mengisahkan keluarga dengan tiga anak. Angkasa si sulung (Rio Dewanto), Aurora si anak tengah (Sheila Dara Aisha), dan Awan si bungsu (Rachel Amanda). Masing-masing punya beban pikiran. Angkasa yang memikul tanggung jawab besar, Aurora yang suka memendam perasaan, serta Awan yang sangat dilindungi orangtuanya.
Semua berjalan baik-baik saja. Namun, tidak mungkin keluarga hidup tanpa masalah. Angkasa, Aurora, dan Awan tak menyadari bahwa orangtua mereka (Donny Damara dan Susan Bachtiar) punya sebuah rahasia. Rahasia yang menjadi alasan mengapa kehidupan Angkasa, Aurora, dan Awan berjalan dengan sejumlah tanggung jawab dan cerita masing-masing.
Adaptasi film dari buku kumpulan quote memang tergolong baru. Bagi yang sudah membaca kumpulan quote karya Marchella FP, NKCTHI versi film akan jadi semacam penjelas. Yakni, apa maksud kumpulan kalimat pendek yang ditulis Marchella. “Jadi, sebenarnya NKCTHI versi film ini adalah awal lahirnya NKCTHI versi buku,” terang Marchella.
Sepanjang film, ada berbagai dialog dan adegan yang menjadi perwujudan kalimat-kalimat yang ditulis Marchella. Penonton juga akan melihat bagaimana Awan menjalani hidupnya dan mendapat ilham untuk menulis surat buat anaknya pada masa depan.
Produser Anggia Kharisma menuturkan, pemilihan tema keluarga berasal dari survei tim Visinema Pictures. Di akun Instagram Marchella atau NKCTHI, banyak follower yang menuliskan pengalaman hidup mereka. Terutama yang sesuai dengan salah satu kutipan di buku NKCTHI. “Yang paling banyak adalah masalah dengan diri sendiri dan keluarga,” jelasnya.
Agar lebih terfokus, tema kehilangan dipilih. Baik kehilangan seseorang maupun kesempatan dalam hidup. “Tiap karakter punya cerita kehilangannya masing-masing, yang akhirnya menguak rahasia di keluarga mereka,” imbuh Anggia.
Penulis skenario Jenny Jusuf lantas menerjemahkan tema besar itu dalam bentuk dialog dan alur. Menurut dia, tantangan selain membentuk jalan cerita ialah mengembangkan karakter. “Di buku, cuma ada Awan dengan kalimat-kalimat pendek. Di film, selain menciptakan sosok Awan yang lebih konkret, saya harus memperkuat karakter yang benar-benar baru,” paparnya.
Dengan memilih tema dan jalan cerita yang didapat dari kisah follower atau pembaca bukunya, NKCTHI versi film punya cerita yang relevan. Sebuah cerita yang bisa membuat penonton ikut merasakan yang terjadi kepada setiap karakter. Alur campuran (maju dan mundur) juga akan memberi gambaran utuh tentang bagaimana peristiwa masa lalu membentuk sebuah keluarga.
Meski banyak adegan emosional, jalan cerita terbilang datar di bagian tengah. Perasaan penonton baru akan benar-benar tersentuh di paruh kedua film. Ketika rahasia keluarga yang bikin trenyuh terkuak. Sanggup membuat siapa saja yang sensitif menitikkan air mata. Keputusan Anggia dan timnya dalam memilih tema kehilangan sangat tepat.
NKCTHI juga menjadi pengingat value penting sebuah keluarga. Jenny dengan cermat memaparkan hubungan antar-anggota keluarga dalam menyikapi masalah. Kelima cast pemeran keluarga Awan juga sukses menunjukkan akting dan chemistry yang kompak.
Secara keseluruhan, menonton NKCTHI pada awal tahun bisa jadi semacam refleksi. Bahwa sebuah keluarga punya cerita dan rahasia masing-masing. Kekuatan keluarga tidak diukur dari seberapa beradanya mereka, melainkan bagaimana mereka saling menerima meski ada masa lalu yang pahit. Cocok untuk tontonan keluarga di akhir pekan. (len/c18/jan/jpg/ndy/k8)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




