Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KKN di Desa Penari Tuntas Syuting, Teaser Bikin Merinding

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Pemain film KKN di Desa Penari.
Pemain film KKN di Desa Penari.

JAKARTA– Setelah melalui 33 hari syuting di Jogjakarta, akhirnya masa produksi film horor KKN di Desa Penari rampung. Sutradara Awi Suryadi dan produser Manoj Punjabi kini memantau proses pascaproduksi. Sambil menunggu filmnya tayang pada 19 Maret, teaser trailer dan teaser poster dirilis kemarin sore (22/1).


Advertisement

Dalam teaser poster yang diunggah ke akun @mdpictures_official dan @kknmovie, terdapat dupa, ular sanca, dan siluet yang disebut-sebut sebagai Badarawuhi, arwah penguasa Desa Penari. Latar poster menunjukkan dapur gubuk di pedesaan terpencil. Poster itu didominasi warna hitam dengan cahaya temaram lampu minyak. Misterius dan seram.

Sementara itu, dalam teaser trailer berdurasi 1 menit 38 detik, penonton akan menyaksikan enam mahasiswa yang tiba di desa angker untuk memulai KKN. Mereka adalah Widya (Adinda Thomas), Nur (Tissa Biani), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Wahyu (Fajar Nugra), dan Anton (Calvin Jeremy).

Dengan iringan musik seram, teaser itu menampilkan berbagai adegan mengerikan. Mulai Nur yang diteror Badarawuhi (Aulia Sarah) dan kerasukan arwah penari, Widya yang nyaman memeluk ular, hingga Wahyu yang menerima bungkusan berisi kepala hewan. Mirip dengan versi utas KKN di Desa Penari karya SimpleMan.

Advertisement

Manoj memang berjanji bahwa alur dan konsep cerita KKN di Desa Penari versi film tidak akan berubah dari versi utas. ”Ini cerita sudah detail dan kerasa banget local culture-nya. Viral pula,” jelasnya kemarin sore dalam jumpa pers di kawasan Setiabudi.

Para cast mengaku ikut merinding saat melihat teaser itu. Misalnya, Adinda dan Fajar. Ada perjuangan besar di balik teaser tersebut. ”Aku pertama kali akting nyentuh ular. Harus meluk dan dililit ular sanca,” ungkap Adinda.

Agar terbiasa memegang ular, Adinda harus mengikuti workshop dengan pawang. Selama syuting, ada kru dan pawang yang menjaganya. ”Katanya, aku nggak boleh takut. Kalau takut, badan aku jadi dingin dan ular bakal melilit,’’ terang aktris 26 tahun itu.

Advertisement

Sementara itu, Fajar berusaha keras untuk mengubah gaya bicaranya saat memerankan Wahyu. ”Saya kan orang Sunda. Nah, di sini harus ngomong Jawa Suroboyoan. Hasilnya ya di teaser itu,” ucap komika 24 tahun tersebut. Berperan sebagai penambah humor, celetukan dan gaya bicara Wahyu menjadi daya tarik. ’’Apalagi pas dapat kepala monyet. Hehe..,” imbuh Fajar. (len/c18/nda)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton m

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Ibu Yuke diperankan oleh Lulu Tobing dan lawan mainnya Ibnu Jamil dalam adegan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Kegiatan nobar film “Pesta Babi” yang dilaksanakan Wamapala Unikarta bersama SMSI Kukar di Food Court Unikarta (Elmo/Prokal.co) Nobar “Pest

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer