Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertemanan Sekaligus Sayang Kebapakan

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Vino G Bastian
Vino G Bastian

Vino G. Bastian, Pemeran Dodo Rozaq


Advertisement

 

Selain aktor, kamu juga seorang ayah. Apakah hal itu cukup membantu untuk mendalami karakter Dodo?

Kalau soal menimbulkan emosi berupa rasa cinta ayah dan anak, jelas sangat membantu. Tapi, ada perbedaan antara hubungan Dodo dengan anaknya dan hubungan saya dengan anak saya. Hubungan Dodo dengan anaknya itu seperti teman sepermainan. Secara mental, mereka itu seusia. Jadi, tantangan saya adalah gimana caranya menunjukkan hubungan pertemanan sekaligus kasih sayang kebapakan.

Advertisement

 

Upaya apa saja yang dilakukan agar semakin menjiwai karakter Dodo?

Saya bolak-balik ketemu penyandang disabilitas intelektual secara langsung. Saya rekam gerak-gerak dan cara bicara mereka, lalu saya latih saat reading. Bahkan, saya ajak bicara mereka tentang cinta dan pernikahan. Oh iya, karena Dodo ini tukang balon, saya sampai bawa peralatan bikin balon ke rumah lho buat latihan.

Advertisement

 

Apa yang membedakan karakter Yong-goo dan Dodo?

Latar belakang budaya mereka berbeda. Itu berpengaruh juga ke watak mereka. Ditambah sejumlah twist yang beda dari versi aslinya. Itu juga nanti dieksplorasi dalam versi Indonesia. Ada beberapa part yang menunjukkan gimana sih awal mula penyandang disabilitas intelektual bisa punya anak.

 

Bagaimana menjalin chemistry dengan Graciella Abigail (pemeran Kartika kecil, Red)?

Ini tantangan saya sih. Graciella itu anaknya tertutup. Jadi, saya harus berusaha supaya dia bisa terbuka sama saya dan memandang saya sebagai ayahnya.

 

Mawar de Jongh, Pemeran Kartika Dewasa

 

Ini kali pertama kamu berperan sebagai pengacara. Bagaimana persiapannya?

Salah satu tantangannya, gimana sih caranya ngomong berwibawa kayak pengacara pada umumnya. Tapi, aku juga harus memasukkan aspek emosional. Soalnya, yang dibela Kartika adalah ayahnya sendiri. Cukup menantang sih.

 

Ada referensi film atau karakter untuk memerankan Kartika?

Aku nonton The Judge. Aku perhatikan baik-baik gimana jalannya persidangan. Bagaimana pengacara bicara dan bagaimana menghadapi jaksa.

 

Karakter Ye-sung dewasa beserta aktris pemerannya, Park Shin-hye, di film aslinya sangat kuat dan populer. Apa yang membuat Kartika berbeda dengan Ye-sung?

Hmmm... Karena penampilan beda, pembawaannya juga beda ya. Nanti kelihatan kok, kalau Park Shin-hye kayak gini, Mawar kayak gini. Aku udah sadar kalau nanti pasti dibandingin sama karakter Shin-hye. Nggak apa sih, itu konsekuensi.

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton m

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Ibu Yuke diperankan oleh Lulu Tobing dan lawan mainnya Ibnu Jamil dalam adegan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Kegiatan nobar film “Pesta Babi” yang dilaksanakan Wamapala Unikarta bersama SMSI Kukar di Food Court Unikarta (Elmo/Prokal.co) Nobar “Pest

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer