Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kritik Lokasi Syuting Mulan

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Photo
Photo

LOS ANGELES– Mulan (2020) berada di tengah pusaran kontroversi. Film produksi Disney itu dikritik karena melakukan syuting di Xinjiang, Tiongkok. Provinsi itu lekat dengan kasus pelanggaran hak asasi manusia. Termasuk penahanan lebih dari sejuta umat muslim Uighur. Hal itu dicermati fans yang sudah menonton via Disney+ mulai Jumat (4/9).


Advertisement

Dalam end credits, pihak rumah produksi berterima kasih pada delapan lembaga pemerintahan di Xinjiang. Salah satunya, biro keamanan masyarakat Kota Turpan. Lembaga itu mengoperasikan lebih dari selusin kamp penahanan suku Uighur. Di special thanks, Disney juga menyebut departemen humas Partai Komunis Tiongkok –yang bertanggung jawab atas penyebaran propaganda pemerintah di provinsi tersebut.

Tim produksi Mulan melakukan syuting di sekitar 20 lokasi di Tiongkok. Termasuk di Gurun Mingsha Shan dan Bukit Tuyuk di Provinsi Xinjiang. Salah satu foto syuting di sana pernah diunggah sutradara Niki Caro di Instagram-nya. ”Day 5 – China Scout,” tulisnya. Sutradara asal Selandia Baru itu menge-tag Urumqi, ibu kota Xinjiang.

Pihak Disney telah berada di Xinjiang tahun lalu, jauh sebelum produksi dimulai. Mereka melakukan riset terkait dengan arsitektur Tiongkok era kerajaan. Desainer produksi Grant Major menjelaskan, Disney dan Pemerintah Tiongkok menginstruksikan agar tidak spesifik mengambil latar waktu atau kota tertentu. ”Lagi pula, ini adalah film Disney. Jadi, semuanya harus tampak romantis, indah, dan family friendly,” ucapnya sebagaimana dikutip Architectural Digest.

Advertisement

Mulan tidak cuma ”tersandung” kontroversi Xinjiang. Film itu juga diboikot di beberapa negara Asia. Gara-garanya, komentar Liu Yifei yang mendukung kekerasan polisi Hongkong pada pertengahan 2019. ”Aku mendukung polisi Hongkong. Kalian bisa menghajarku sekarang juga,” tulis Yifei di Weibo kala itu.

Tagar terkait dengan boikot film itu pun ramai di media sosial. ”Karena Disney menjilat Beijing dan karena Liu Yifei yang bangga dan terang-terangan mendukung kekerasan polisi di Hongkong, aku meminta semua orang yang percaya pada hak asasi manusia untuk #BoycottMulan,” cuit aktivis Hongkong Joshua Wong pada 4 September lalu. Meski mendapat sorotan keras dan negatif, pihak Disney masih bergeming dan belum memberikan tanggapan. (fam/c12/ayi)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton m

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Ibu Yuke diperankan oleh Lulu Tobing dan lawan mainnya Ibnu Jamil dalam adegan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Kegiatan nobar film “Pesta Babi” yang dilaksanakan Wamapala Unikarta bersama SMSI Kukar di Food Court Unikarta (Elmo/Prokal.co) Nobar “Pest

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer