Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Horor Pencetak Sejarah, PTJ Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2020

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Para sineas Perempuan Tanah Jahannam.
Para sineas Perempuan Tanah Jahannam.

Malam penganugerahan Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2020 berlangsung di tengah pandemi. Acara yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center pada Sabtu (5/12) itu sukses mengantarkan Perempuan Tanah Jahanam (PTJ) meraih piala terbanyak (6 piala) sekaligus pemenang kategori utama Film Cerita Panjang Terbaik.


Advertisement

Kemenangan tersebut adalah capaian historis. Untuk kali pertama film bergenre horor mendapat anugerah puncak. PTJ, yang dirilis pada Oktober 2019, juga sukses menjadi film Indonesia terlaris ketujuh pada 2019 dengan perolehan 1.795.068 penonton.

Produser Shanty Harmayn tak menyangka bahwa film horor pertama yang diproduksinya bisa mendapat apresiasi FFI. ’’Kami senang bisa mematahkan anggapan bahwa genre tertentu tidak bisa menjadi film terbaik,’’ ujarnya dengan mata berkaca-kaca setelah menerima Piala Citra.

Sementara itu, sang sutradara dan penulis naskah PTJ, Joko Anwar, meraih gelar Sutradara Terbaik lewat PTJ. Impian Joko untuk menaikkan derajat film horor terwujud. Bahwa yang terpenting dari sebuah film bukan genre atau popularitasnya, melainkan niat dan kualitas SDM yang terlibat.

Advertisement

PTJ memang menyajikan lebih dari sekadar hantu atau teror. Ketika membuat PTJ, Joko memperhitungkan segala aspek. Termasuk kuatnya unsur budaya lokal serta kritik dan makna sosial. ’’Aku kalau buat film, pasti selalu yang mencoba empowering perempuan. Di PTJ, aku mau menunjukkan bagaimana sosok perempuan bisa menggerakkan keluarga dan masyarakat,’’ ucap Joko.

PTJ juga sukses meraih penghargaan di kategori teknis. Di antaranya, Pengarah Sinematografi Terbaik (Ical Tanjung, I.C.S.), Penata Suara Terbaik (Mohamad Ikhsan dan Anhar Moha), serta Penyunting Gambar Terbaik (Dinda Amanda).

Di kategori pelakon, Christine Hakim meraih gelar Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik berkat perannya sebagai Nyi Misni di PTJ. Christine, yang menjalani debut main film horor lewat PTJ, awalnya juga memandang horor sebagai genre yang kurang edukatif. ’’Tapi, saya sadar bahwa lewat pemaparan cerita dan karakternya, ada begitu banyak nilai positif,’’ tuturnya.

Advertisement

Di urutan peraih piala terbanyak selanjutnya, ada film fantasi Abracadabra. Film besutan Fourcolours Films itu mendapat 3 piala untuk kategori teknis berkat visualnya yang memanjakan mata. Di antaranya, Pengarah Artistik Terbaik (Vida Sylvia Pasaribu), Penata Busana Terbaik (Hagai Pakan), dan Penata Rias Terbaik (Eba Sheba).

Produser Abracadabra Ifa Isfansyah mengungkapkan, sejak awal, dirinya dan tim mendorong kebebasan berekspresi kru Abracadabra. ’’Kami sadar ini film fantasi dan harus benar-benar total secara teknik visual. Saya dorong, gimana caranya tetap bisa kreatif, out of the box, tapi juga sesuai bujet,’’ paparnya. (len/c18/ayi)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton m

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Ibu Yuke diperankan oleh Lulu Tobing dan lawan mainnya Ibnu Jamil dalam adegan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Kegiatan nobar film “Pesta Babi” yang dilaksanakan Wamapala Unikarta bersama SMSI Kukar di Food Court Unikarta (Elmo/Prokal.co) Nobar “Pest

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer