Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pedang Mirip Keris, Tarung Gunakan Pencak Silat

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Pedang milik Raya terinspirasi keris.
Pedang milik Raya terinspirasi keris.

Sebagai salah satu negara yang jadi lokasi riset, Indonesia juga menginspirasi tim produksi Raya and the Last Dragon. Pada 2019, tim berkunjung ke Bali. Mereka bertemu dengan warga lokal. Musisi gamelan Dewa Berata kemudian mengajak produser Osnat Shurer dan timnya untuk berkeliling melihat pedesaan. Mereka mengamati rangkaian tari dan upacara tradisional. ’’Karena Dewa adalah musisi gamelan, kami juga mempelajari gamelan untuk dimunculkan dalam latar musik kami nantinya,’’ ucap Shurer.


Advertisement

Selain Dewa, ada dua orang lagi yang digandeng tim produksi sebagai konsultan budaya Indonesia. Mereka adalah koreografer Emiko Susilo dan ahli bahasa Juliana Wijaya. Tak hanya berhenti di proses konsultasi, para konsultan diizinkan melihat proses pembuatan sehingga tetap bisa memberi masukan hingga tahap final.

Sejumlah elemen dalam Raya and the Last Dragon juga terinspirasi kekayaan budaya Indonesia. Yang paling terlihat sejak awal adalah pedang Raya yang berlekuk-lekuk mirip keris. ’’Kami memang menggunakan keris sebagai inspirasinya,’’ ujar Shurer. Selain itu, dalam adegan pertarungan, salah satu aliran bela diri yang digunakan adalah pencak silat. Animator Disney asal Indonesia, Griselda Sastrawinata, juga turun tangan dalam proses konsultasi. Penulis naskah Adele Lim mengungkapkan, Griselda menyumbang ide untuk adegan pembukaan. ’’Pokoknya, adegan itu terinspirasi wayang kulit khas Indonesia, negara asal Griselda,’’ jelasnya.

Bahkan, kekayaan alam dan pemandangan khas Indonesia terwujud sebagai lanskap Kumandra. Sungai, tumbuh-tumbuhan, dan ornamen yang kerap ditemukan di pura atau candi semakin memperindah Kumandra. Pasar apung yang dikunjungi Raya di trailer juga sedikit banyak mirip dengan pasar apung di sejumlah wilayah di Indonesia.

Advertisement

’’Harus kuakui, budaya Indonesia sangat indah. Itu membuat kami bersemangat ketika mengerjakan film ini dan berharap penonton di Indonesia bisa melihatnya,’’ kata Shurer. (len/c18/ayi)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton m

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Ibu Yuke diperankan oleh Lulu Tobing dan lawan mainnya Ibnu Jamil dalam adegan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Kegiatan nobar film “Pesta Babi” yang dilaksanakan Wamapala Unikarta bersama SMSI Kukar di Food Court Unikarta (Elmo/Prokal.co) Nobar “Pest

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer