Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngeri-Ngeri Sedap Berlatar Batak tapi Cocok untuk Semua

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Film komedi romansa keluarga Ngeri-Ngeri Sedap ditayangkan pada 2 Juni mendatang.
Film komedi romansa keluarga Ngeri-Ngeri Sedap ditayangkan pada 2 Juni mendatang.

JAKARTA – Film komedi romansa keluarga Ngeri-Ngeri Sedap ditayangkan pada 2 Juni mendatang. Proyek besutan sutradara Bene Dion Rajagukguk itu menceritakan keluarga Batak dengan empat anak yang memiliki konflik dengan sosok ayah. Bene menjelaskan, ide cerita lahir pada 2016. Naskah rampung pada 2019, namun baru dieksekusi tahun lalu.


Advertisement

Dia menuturkan, pemilihan latar tempat dan tokoh Batak tidak terlepas dari latar belakangnya. Namun, Bene punya pertimbangan ekstra setelah rekan komikanya, Ernest Prakasa, merilis Cek Toko Sebelah (CTS). ’’Iri banget lihat cerita yang background-nya sesuai dia. Orang-orang Tionghoa juga happy lihatnya. Apalagi, habis CTS tayang, banyak keluarga yang berbaikan,’’ lanjut sutradara Ghost Writer itu dalam konferensi pers virtual kemarin (20/4).

Meski berlatar etnis tertentu, Bene menilai konflik dan cerita Ngeri-Ngeri Sedap bakal relate dengan banyak orang. ’’Bungkusannya memang Batak, tapi enggak segmented ke mereka saja. Buktinya, 20 persen kru kami yang bukan Batak ikut menangis saat adegan sedih,’’ paparnya.

Dia juga menggaransi, meski lebih dari separo cast utamanya berangkat dari dunia komedi, Ngeri-Ngeri Sedap tetap punya unsur drama yang kuat. Hal itu pun diakui Arswendy Bening Swara. Aktor bermarga Nasution itu mengungkapkan, suasana ketika reading dan syuting begitu berbeda. Dari enam cast utama, hanya dia yang memulai karier sebagai aktor. Tika Panggabean –pemeran pasangannya di film– melejit sebagai personel Project Pop, sedangkan empat pemeran anaknya adalah lulusan kompetisi stand-up comedy.

Advertisement

’’Sebagai orang tua, biasa lah aku mikir, ini reading kok ribut terus. Tapi, mereka bisa melepas ’kekomedian’ begitu take. Mereka ini aktor yang harus dipuji,’’ terang Wendi, sapaannya. Untuk mendukung suasana, syuting Ngeri-Ngeri Sedap dilakukan di Balige dan Danau Toba. Sebagian cast dan kru juga berasal dari talenta lokal.

Produser Dipa Andika menyatakan, syuting di Balige terbilang menantang. Selain medan yang tak mudah, cuaca pun tidak bersahabat saat produksi dimulai akhir tahun lalu. Dua cast mereka, Gita Bhebhita dan Boris Bokir, juga sempat ’’tumbang’’ saat syuting. ’’Tapi worth it banget. Harapannya, orang-orang bisa melihat keindahan Danau Toba dan Bukit Holbung, sekalian mengangkat pariwisata daerah sana,’’ ujar Dipa.

Bene berharap Ngeri-Ngeri Sedap bisa dinikmati penonton saat tayang nanti. ’’Setelah nonton, kuharap bisa muncul obrolan di keluarga. Kerentanan, konflik ortu-anak dan anak-anaknya relevan buat yang non-Batak,’’ ucapnya.

Advertisement

Sementara itu, Wendi menambahkan, film barunya itu mengharukan, menggelikan, dan ringan. ’’Ngeri-Ngeri Sedap patut, layak, enak ditonton, dan penting untuk keluarga sekarang,’’ tegasnya. (fam/c18/ayi)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton m

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Ibu Yuke diperankan oleh Lulu Tobing dan lawan mainnya Ibnu Jamil dalam adegan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Kegiatan nobar film “Pesta Babi” yang dilaksanakan Wamapala Unikarta bersama SMSI Kukar di Food Court Unikarta (Elmo/Prokal.co) Nobar “Pest

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer