
LOS ANGELES – Paul Dano mengakui, superhero fatigue alias kejenuhan publik akan film superhero memang benar adanya. Pemeran The di The Batman itu menyatakan, hal tersebut terjadi karena banyak rumah produksi berambisi meraup untung dari proyek itu. ’’Aku merasa, (kejenuhan, Red) itu terjadi di era konten seperti sekarang, kuantitas lebih dari kualitas. Dan itu pola pikir yang keliru,” tegasnya.
Di sisi lain, dia menilai hal itu juga bisa jadi titik terang. ’’Kuharap, dari kesumpekan itu, ada orang yang berani membawa hawa segar dan ’nyawa’ di film adaptasi komik,” ujar Dano. Meski demikian, dia yakin masih ada sineas yang mampu menggarap film superhero dengan apik dan berani mendobrak formula yang sudah ada.
Suami Zoe Kazan itu menilai, kejenuhan di genre superhero tersebut merupakan peluang buat genre-genre yang kurang dilirik. ’’Ini adalah momen yang paling bagus buat merilis film dari genre di luar arus utama,” lanjutnya. Selain itu, Dano mengungkapkan, The Batman garapan Matt Reeves juga berhasil bersinar karena digarap tak sebatas sebagai proyek blockbuster pencetak uang, meski tetap mengusung genre superhero.
’’Membaca naskah The Batman, aku sadar, ini film sungguhan. Tiap kata adalah karya Matt. Kalian mendapat hal di luar yang biasa disuguhkan di film (adaptasi) komik,” imbuhnya. Dano bakal kembali memerankan The Riddler di The Batman Part II, yang dijadwalkan rilis pada 3 Oktober 2025. (fam/c12/ayi)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




