Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Leo Pictures Tarik Semua Materi Promosi Film Kiblat yang Dibintangi Ria Ricis dari Sosial Media Usai Dipenuhi Kecaman

A
Penulis: Achmad Asrori❯
Poster film
Poster film

 


Advertisement

Kritik terhadap film horor yang menggabungkan unsur agama dalam ceritanya kembali mencuat dari berbagai segi. Kontroversi itu muncul seiring dengan perilisan poster film "Kiblat" yang dianggap sejumlah individu sebagai penyalahgunaan simbol-simbol agama Islam. 

Meskipun film tersebut belum resmi diputar, kritik telah mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari sutradara Gina S. Noer dan Ketua Bidang Dakwah MUI, Cholil Nafis.

Gina S. Noer, beberapa waktu lalu, mengemukakan pandangannya tentang film-film yang menyelipkan unsur keagamaan dalam plotnya. Meskipun dia mengakui bahwa diskusi tentang kepercayaan dan keyakinan agama adalah hal yang wajar, dia menegaskan bahwa penggunaan ritual keagamaan dalam konteks yang menyeramkan dan mengintimidasi adalah sesuatu yang patut disayangkan.

Advertisement

Pendapat serupa juga disuarakan oleh Ketua Bidang Dakwah MUI, Cholil Nafis, yang mengkritik film "Kiblat" tanpa melihatnya secara keseluruhan. Menurut Cholil, penggunaan judul dan poster yang dianggap tidak sesuai dengan esensi agama Islam, terutama dalam gambar seorang perempuan dalam mukena yang mungkin bisa disalah artikan sebagai gerakan shalat atau ruku, dapat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap agama Islam dan bahkan memicu propaganda negatif.

Tak hanya itu, Cholil juga menyoroti tren film horor yang menggunakan tema Islam dan menuduhnya sebagai kampanye hitam terhadap ajaran agama.

Hilmi Firdausi, Pimpinan YPI Baitul Hikmah, juga mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan judul dan poster yang memberikan kesan bahwa Islam merupakan agama yang menakutkan.

Advertisement

Tak hanya kontroversi seputar judul dan poster, namun sinopsis "Kiblat" juga menjadi sorotan karena dianggap terlalu sensitif.

Ceritanya bercerita tentang perjuangan seorang gadis yang mencoba keluar dari kesesatan dan menyadari bahwa ajaran agama yang ditanamkan oleh ayahnya adalah kesesatan.

 

Menyikapi kontroversi ini, tim produksi dari Leo Pictures telah menarik semua materi promosi film "Kiblat", termasuk poster dan trailer, meskipun sebelumnya sudah dilemparkan ke berbagai platform media sosial.

Walaupun belum ada kepastian mengenai tanggal rilisnya, Leo Pictures menegaskan bahwa film "Kiblat" masih akan dirilis tahun ini. Terkait dengan kritik yang terus mengalir, mereka memilih untuk menahan diri dari memberikan komentar lebih lanjut. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : jawapos.com
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton m

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Ibu Yuke diperankan oleh Lulu Tobing dan lawan mainnya Ibnu Jamil dalam adegan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Kegiatan nobar film “Pesta Babi” yang dilaksanakan Wamapala Unikarta bersama SMSI Kukar di Food Court Unikarta (Elmo/Prokal.co) Nobar “Pest

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer