Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lembaga Sensor Film Ungkap Fakta Terbaru Ternyata Film Kiblat yang Dibintangi Ria Ricis Belum Lulus Sensor

A
Penulis: Achmad Asrori❯
Poster film Kiblat. (Istimewa)
Poster film Kiblat. (Istimewa)

 


Advertisement

Film "Kiblat", yang diperankan oleh Ria Ricis, sedang menjadi sorotan di dunia perfilman Indonesia karena mendapat kritik keras dari beberapa tokoh agama Islam terkait penggunaan simbol-simbol agama dalam narasinya.

 

Salah satu tokoh yang memberikan kritik tajam adalah Ustadz Hilmi Firdausi, yang menganggap bahwa film “Kiblat” yang penuh kontroversi tersebut telah mengeksploitasi agama Islam.

Kritik juga datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, yang menilai bahwa penggunaan Islam dalam film “Kiblat” ini hanya sebagai alat promosi yang sensitif dan kontroversial untuk menarik perhatian publik. 

Fakta baru terungkap ketika Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ervan Ismail mengungkapkan bahwa film "Kiblat" sejatinya belum lulus sensor. Menurutnya, film tersebut belum masuk ke LSF dan belum menjalani proses penyensoran. 

Advertisement

"Ada sejumlah peraturan dan tahapan yang harus dipatuhi agar sebuah film mendapat Surat Tanda Lulus Sensor (STLS). Film 'Kiblat' hanya lolos di tahap awal terkait promosi atau iklan. Namun, untuk isi filmnya, Ervan menyatakan bahwa masih perlu dilakukan beberapa perbaikan karena dianggap belum layak mendapatkan STLS," demikian dikutip dari pernyataan Ervan yang dihubungi pada Senin (25/3) sebagaimana dimuat JawaPos Radar Jogja.

Film "Kiblat" mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Ainun yang diperankan oleh Yasmin Napper. Ainun tinggal bersama Uwa, kakak dari orang tuanya, dan memiliki sahabat bernama Rini (Ria Ricis). Keduanya mengidolakan sosok Abah Mulya, pemimpin padepokan sakti di Kampung Bumi Suwung.

Namun, kejanggalan muncul setelah kematian Abah Mulya, ketika Ainun mengetahui bahwa Abah Mulya sebenarnya adalah ayah kandungnya. Berita kematian misterius Abah Mulya membuat Ainun, Rini, dan Bagas (Arbani Yasiz) memutuskan untuk menyelidiki kebenaran di padepokan tersebut.

 

Ketika Ainun melakukan sholat, terjadi kejadian mengerikan yang terlihat dalam trailer film. Tubuh Ainun seolah-olah dimanipulasi, membuatnya terbalik saat melakukan rukuk dan menghadap ke atas, disertai teriakan kesakitan yang memenuhi suasana.

Meskipun film ini menawarkan bumbu misteri dan ketegangan yang menarik, namun dengan kritik yang menyertai penggunaan simbol-simbol agama Islam, film ini menjadi pusat perdebatan yang hangat di Indonesia. Dengan status sensor yang belum lulus, nasibnya pun masih menjadi tanda tanya bagi para penggemar film Indonesia.

Advertisement

 

 

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : jawapos.com
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton m

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Ibu Yuke diperankan oleh Lulu Tobing dan lawan mainnya Ibnu Jamil dalam adegan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Kegiatan nobar film “Pesta Babi” yang dilaksanakan Wamapala Unikarta bersama SMSI Kukar di Food Court Unikarta (Elmo/Prokal.co) Nobar “Pest

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer