Belantika musik Indonesia tak henti memunculkan bakat baru dalam berbagai genre dan aliran. Di genre electronic dance music (EDM), Weird Genius mulai mencuri perhatian. Latar belakang tiga personel yang berbeda justru membuat grup itu menghasilkan karya yang fresh dan classy. Dengar saja single baru mereka, LATHI.
Karena Suka EDM
Weird Genius dibentuk pada 2016. Beranggota Eka Gustiwana Putra dan Reza ’’Arap’’ Oktovian, dua YouTuber alias content creator yang bersahabat karib. Mereka demen banget sama EDM, sampai-sampai berniat bikin grup yang mengangkat genre favorit mereka.
Eka punya skill kuat dalam bermusik dan editing. ’’Awalnya sih bukan mau bikin grup, tapi bikin musik aja,’’ kata Eka saat dihubungi Sabtu siang (9/5). Karena Eka dan Reza hanya penikmat EDM, mereka perlu bantuan satu orang untuk menangani hal teknis di grup. Akhirnya, mereka merekrut Billy Taner yang berpengalaman di bidang disjoki dan musik EDM.
Dengan latar belakang yang berbeda-beda, ketiga personel tetap bisa berkolaborasi dengan kompak. Eka lebih banyak berkutat pada aransemen melodi dan hal-hal terkait komputer. Reza menulis lirik dan ngerap. Sementara itu, Billy mengerjakan bagian musik elektronik.
Nuansa Baru
Kenapa EDM? Sebab, Eka ingin memberi nuansa baru pada musik yang kerap diputar di kelab atau rave party itu. Supaya genre tersebut dekat dengan banyak orang, tapi tetap mengakar pada budaya lokal.
Caranya, mereka memasukkan melodi musik pop yang lebih bisa diterima awam. ’’Melodinya simpel, harmoninya terdengar. Sekali dengar, orang bisa langsung menikmati,’’ terang Eka yang sudah akrab dengan musik pop.
Elemen musik tradisional juga dimasukkan. Misalnya, gamelan Bali di single perdana mereka, DPS. Weird Genius menggandeng sanggar seni di Bali untuk mengisi segmen gamelan. Lalu, ada suara suling khas Sunda dalam lagu Sweet Scar dan angklung di Peanut Butter. ’’Syukurlah, karya kami bisa didengar oleh lebih banyak orang. Mulai anak sekolah di festival musik sampai orang dewasa yang hobi clubbing,’’ ujar Eka yang memilih Zedd dan Madeon sebagai influence bermusiknya.
Eksplorasi Sisi Lain Reza
Weird Genius menjadi tempat bagi Reza Arap untuk menunjukkan sisi lainnya. Dia mengekspresikan pikirannya lewat lirik lagu. ’’Dulu gue juga pernah jadi DJ di salah satu kelab di Jakarta,’’ kata YouTuber 32 tahun itu.
Sebagian besar lirik lagu Weird Genius memang ditulis Reza. Soal cinta, semangat, hingga kondisi sosial di Indonesia. Bakat ngerap Reza juga terekspos saat menjalani proyek sebagai grup. ’’Gue kan biasanya juga ngerap di YB, proyek solo gue. Untuk belajarnya, bener-bener belajar sendiri,’’ jelasnya.
Gebrakan dalam Karya Baru
LATHI, single baru dengan sentuhan gamelan, dirilis Februari lalu. Lagu itu mengandung lirik bahasa Inggris dan Jawa dalam bentuk peribahasa ajining diri ono ing lathi (harga diri seseorang ada di perkataannya). Tema yang mereka angkat adalah toxic relationship, yang memang dekat dengan kehidupan banyak orang.
Weird Genius menggandeng Sara Fajira, penyanyi asal Surabaya. Menurut Eka, dengan menggandeng Sara yang orang Jawa, lagu akan terdengar lebih natural. Sara, alumnus SMA Muhammadiyah 1 Kapasan, juga nyinden. ’’Itu spontan lho. Soalnya, aku nggak ada bakat nyinden. Hehe...,’’ tutur perempuan 24 tahun tersebut.
Dengan unsur budaya Jawa yang kuat dalam musik maupun lirik, LATHI menarik perhatian banyak orang. Klip videonya yang dirilis Maret lalu sudah ditonton 10 juta kali. Itu capaian terbaru bagi Weird Genius.
Kolaborasi dengan Talenta Baru
Setelah tiga tahun bersama, Billy memutuskan hengkang pada 2019. Hal itu memunculkan kekosongan di bagian musik elektronik dan DJ. Eka dan Reza lantas mencari pengganti Billy pada Oktober 2019. Pilihan mereka jatuh kepada Gerald Liu, yang juga sahabat keduanya. Gerald pun tak mengalami kesulitan saat harus bekerja sama.
Untuk kolaborasi, Weird Genius lebih senang mengajak talenta baru. Selain Sara Fajira di lagu LATHI, ada pula Letty di Big Bang dan Prince Husein di Sweet Scar. Dengan begitu, bakat mereka akan lebih terekspos. ’’Aku sendiri merasa lebih powerful dalam menyanyi. Popularitas juga bertambah,’’ seloroh Sara. (len/c18/jan)
Eka Gustiwana
1. Terkenal sejak 2013 sebagai speech composer. Saat itu, dia menjadi viral karena membuat video speech composing ucapan Jeremy Teti.
2. Turut mengaransemen lagu Nikita Willy, Ku Tetap Menanti, pada 2010.
3. Kerap membuat jingle untuk badan usaha maupun perusahaan.
4. Punya album Sounds of Java.
Reza ’’Arap’’ Oktovian
1. Dikenal sebagai YouTuber yang kerap mengunggah rekaman permainan video game di kanalnya.
2. Bermain di film Modus bersama Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez.
3. Sempat bikin heboh karena menyerahkan kanal YouTube-nya yang sudah punya lebih dari 2 juta subscriber untuk yayasan peduli kanker pada 2018. Nama kanal RapYourBae diubah menjadi Rumah Anyo. Reza lantas membuat kanal baru dengan nama yb.
4. Di bidang tarik suara, selain ngerap dengan nama YB, Reza membawakan lagu Ganteng-Ganteng Swag bersama Young Lex, Andovi, dan Jovial.
Gerald Liu
1. Semula berprofesi sebagai DJ.
2. Aktif sebagai produser musik. Beberapa nama yang pernah bekerja sama dengan Gerald adalah Ramengvrl, YB, dan Slippydoor.
3. Pernah mengikuti ajang musik EDM di NET, The Remix Season 2. Gerald keluar sebagai runner-up.
Editor : izak-Indra Zakaria