Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Melaney Ricardo: Ini Bukan Sprint, tapi Maraton

izak-Indra Zakaria • 2020-11-09 14:29:42
MUKJIZAT: Melaney Ricardo menyebut dirinya sempat terkonfirmasi Covid-11 namun bersyukur bisa sembuh dan menyebut mukjizat Tuhan keluarganya tidak ikut positif. IMAM HUSEIN/JAWA POS
MUKJIZAT: Melaney Ricardo menyebut dirinya sempat terkonfirmasi Covid-11 namun bersyukur bisa sembuh dan menyebut mukjizat Tuhan keluarganya tidak ikut positif. IMAM HUSEIN/JAWA POS

PRESENTER Melaney Ricardo mendadak hilang dari layar kaca sekitar sebulan lebih sejak awal Oktober. Padahal, dia memiliki sejumlah program acara yang tayang hampir setiap hari. Jumat (6/11) merupakan hari pertama istri Tyson Lynch itu kembali syuting. Apa yang terjadi?

 

 

Apa kabar, Melaney?

 

Sehat. Finally aku sudah back to work. Excited banget karena satu bulan lebih aku ’’terkurung’’ di rumah karena terpapar Covid-19. Dokter sudah mengizinkan aku untuk syuting dengan syarat jangan jadi parno. Tapi, aku tetap harus jaga jarak dan terapkan protokol kesehatan.

 

Bagaimana gejala awalnya?

 

Aku termasuk pasien yang gejalanya terbilang medium. Lumayan parah seperti flu tulang rasanya. Nggak demam tinggi, cuma badanku ngilu, persendian terasa mau copot, sakit kepala, dan mual.

 

Waktu awal sakit, sudah mengira itu gejala Covid-19?

 

Iya. Makanya aku berusaha makan obat segala macam waktu masih di rumah. Sebab, di hari kelima aku sakit, terasa mau pingsan habis dari kamar mandi. Tangan kesemutan. Mau ambil HP tuh udah nggak kuat. Jadi, aku berpikir harus ke rumah sakit.

 

Ada comorbid?

 

Aku memang punya masalah dengan lambung dan Covid-19 menghajar lambungku. Virus ini jahatnya menyerang penyakit yang udah ada. Jadi, aku nggak batuk, tapi paru-paru aku sudah pasti kena.

 

Bagaimana saat tahu positif Covid-19?

 

Setelah lima hari sakit, aku akhirnya di-swab. Inget banget tanggal 3 Oktober. Malamnya buka HP lihat hasil PCR. Yang pertama aku lihat tulisannya negatif, padahal itu nilai rujukannya. Pas geser, ternyata positif. Dari awal aku memang parno. Begitu kena, gila ternyata Covid-19 itu ada.

 

Sudah tracing, dari mana bisa terpapar?

 

Yes. Aku tahu, aku kenanya dari orang tanpa gejala (OTG). Dia gejalanya biasa, di aku nggak biasa. Makanya aku sekarang tetap jaga jarak karena kondisi badan orang berbeda-beda. Waktu itu juga aku posisinya lagi diet. Nggak makan daging merah dan ayam. Cuma makan ikan dan sayur-sayuran.

 

Bagaimana kondisi keluarga?

 

Nggak ada yang terpapar. Itu mukjizat Tuhan yang luar biasa. Di balik itu, dokter pun bilang bahwa semua ini udah tertulis sama Tuhan. Tapi, bukan berarti kita bisa jadi seenaknya. Dan akhirnya aku yang diizinkan melewati cobaan ini.

 

Sempat menutupi ini dari khalayak?

 

Awalnya memang nggak mau kasih tahu wartawan dan orang-orang kalau aku (terpapar) Covid-19. Pas dipikir-pikir, ini kan bukan aib, tapi pandemi. Akhirnya, aku memutuskan untuk berbagi dan ternyata banyak orang yang tergerak hatinya.

 

Pesan untuk semua pasien Covid-19?

 

Pokoknya begitu dinyatakan Covid-19, pertama yang harus dijaga adalah mental. Yang dihajar bukan cuma fisik, tapi mental juga. Apalagi pas tahu jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19. Makanya harus pintar jaga hati supaya nggak drop. Ketika stres, imun tubuh bisa turun dan Covid-19 makin gigit badan kita. Sejak awal, dokterku juga bilang this is not sprint, this is marathon. Aku sebulan (pulih).

 

Siasat menghindari stres?

 

Tutup semua akses yang bisa bikin hati jadi takut. Fokus dan percaya Tuhan pasti kasih kesembuhan. Ada anak-anak yang menunggu di rumah, orangtua juga pasti ngedoain. Jadi, nggak mungkin aku nggak sembuh. Semangat itu yang aku tanam dalam diri karena emosiku pastinya up and down. (shf/c19/nor/jpc/rdh/k15)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#selebriti