Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hernia Nukleus Pulposus atau Saraf Kejepit, Ketahui Penyebab hingga Cara Mengobatinya!

izak-Indra Zakaria • Kamis, 9 November 2023 - 03:54 WIB
Photo
Photo

Kondisi Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau yang lebih dikenal dengan kondisi saraf kejepit umum terjadi pada masyarakat. Tulang belakang adalah struktur kompleks yang menopang tubuh dan menampung sistem saraf pusat, yang terdiri dari tulang belakang, masing-masing dipisahkan oleh cakram intervertebralis sebagai bantalan. HNP ini terjadi karena kondisi tulang belakang yang memburuk atau cakram pada tulang tersebut pecah, cakram tergelincir, atau cakram hernia. 

Cakram pada tulang belakang ini penting bagi tulang belakang. Namun bisa saja, cakram ini tidak berfungsi karena penuaan, cedera akut, genetika, bahkan postur tubuh yang buruk. Bagaimana gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya? Simak ulasan berikut. 

Penyebab Hernia Nukleus Pulposus atau saraf kejepit

Dilansir dari Synergy Spine & Orthopedics, kondisi Hernia Nukleus Pulposus atau saraf kejepit ini sering disebabkan oleh degenerasi yang terjadi akibat faktor usia. Terdapat faktor lain yang mempercepat kerusakan, yaitu:

  1. Obesitas.
  2. Gaya hidup yang jarang bergerak.
  3. Cedera akut, seperti kecelakaan mobil, jatuh, atau aktivitas olahraga.
  4. Mengangkat dengan tidak benar.
  5. Kelainan tulang bawaan.
  6. Merokok.
  7. Konsumsi alkohol berlebih.
  8. Kecenderungan genetik.

Gejala yang ditimbulkan saraf kejepit 

Kondisi HNP ini sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun bisa menimbulkan rasa sakit pada sebaran akar saraf yang terkena. Nyeri biasanya timbul secara tiba-tiba dan nyeri punggung biasanya hilang dengan istirahat. Gejala Hernia Nukleus Pulposus umumnya serupa dengan gejala penyakit tulang belakang dan penyakit punggung serius lainnya, seperti kanker, stenosis tulang belakang, dan degenerasi sendi facet. 

Gejala lainnya, seperti:

  1. Nyeri dan rasa tidak nyaman pada punggung.
  2. Nyeri yang menjalar ke jalur saraf.
  3. Mati rasa.
  4. Kelemahan otot.
  5. Sensasi kesemutan.
  6. Reaksi refleks otot yang tidak normal.

Ketika saraf tertentu tertekan, hernia nucleus pulposus dapat menyebabkan demam dan inkontinensia kandung kemih atau usus.

Bahaya yang dialami jika tidak segera diobati

Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), saraf kejepit yang tidak ditangani dapat menyebabkan nyeri makin parah dan membuat penderita sulit beraktivitas. Penderita juga akan mengalami inkontinensia urine dan tinja, hilangnya sensasi di area dubur atau para bagian dalam, kerusakan saraf permanen yang bisa menyebabkan kelumpuhan, dan sindrom cauda equina.

 

Orang yang berisiko terkena Hernia Nukleus Pulposus

Terdapat kelompok orang yang berisiko tinggi terkena kondisi ini adalah ibu hamil karena adanya penambahan volume cairan saat hamil yang membuat rongga lebih sempit yang dapat menekan saraf.

Selain itu, kelompok orang dengan penderita diabetes, orang yang sering berbaring lama, riwayat saraf kejepit dikeluarga, faktor usia, cedera pada tulang belakang, dan orang dengan berat badan berlebih.

Cara mengobatinya saraf kejepit

Setelah pasien telah menerima diagnosis yang tepat, pihak medis akan menyarankan jenis pengobatan terbaik untuk mengatasi gejalanya. Pasien dengan kondisi HNP akan mendapatkan perawatan seperti terapi fisik, perawatan kiropraktik, suntikan epidural, atau kombinasi dari ketiganya. Selain itu, dokter akan menyarankan perawatan non-bedah lain seperti peregangan, terapi panas dingin, dan obat pereda nyeri. (*)

 

Editor : izak-Indra Zakaria