Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Krisis Energi Global: Ratusan SPBU di Australia Lumpuh Total Akibat Konflik Timur Tengah

Redaksi Prokal • Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:00 WIB

Seorang pria mengisi bahan bakar ke dalam kendaraan di sebuah SPBU di Sydney, Australia. (Reuters)
Seorang pria mengisi bahan bakar ke dalam kendaraan di sebuah SPBU di Sydney, Australia. (Reuters)

SYDNEY – Dampak eskalasi militer di Timur Tengah antara Iran melawan aliansi Israel-Amerika Serikat kini mulai mencekik kehidupan warga di Australia. Ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Negeri Kanguru dilaporkan kehabisan stok BBM, menciptakan krisis energi nasional yang kian mengkhawatirkan.

Dua negara bagian paling terdampak, New South Wales (NSW) dan Victoria, mencatatkan setidaknya 520 SPBU yang mengalami kekosongan bensin maupun solar. Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, mengungkapkan bahwa gangguan ini telah merambah ke berbagai wilayah, baik di jantung kota maupun area pedesaan.

"Ada 313 SPBU di seluruh negara bagian yang kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar yang biasanya mereka jual. Dari jumlah tersebut, 187 SPBU kehabisan solar sepenuhnya, sementara 32 SPBU benar-benar kehabisan seluruh jenis bahan bakar," ujar Minns dalam konferensi pers resminya.

Senada dengan Minns, Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, juga melaporkan kondisi serupa yang melanda wilayahnya. Kelangkaan ini menurutnya terjadi secara merata dan tidak hanya terpusat di wilayah metropolitan.

"Saya mendapat informasi bahwa ada 115 SPBU yang kehabisan bensin dan 92 SPBU lainnya kehabisan solar. Dari 115 SPBU yang kehabisan bensin, 61 berada di wilayah metropolitan sementara 54 lainnya berada di wilayah regional dan pedesaan," ungkap Allan.

Data menunjukkan bahwa di New South Wales, dari 187 SPBU yang kehabisan solar, 109 lokasi berada di wilayah metropolitan dan 78 sisanya berada di wilayah regional. Kondisi ini mempertegas bahwa gangguan distribusi energi akibat konflik di Selat Hormuz telah meluas ke berbagai lini.

Australia kini menambah daftar panjang negara yang terjerumus dalam krisis energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sebelumnya, negara-negara seperti Kuba dan Sri Lanka juga telah melaporkan dampak serupa yang mengganggu stabilitas ekonomi domestik mereka. (*)

Editor : Indra Zakaria