warga Kabupaten Landak melaksanakan ritual Balala atau Pantakng Nagari. Bagaimana kondisi Kota Ngabang pada Sabtu (27/5). Tak ada aktivitas ekonomi berjalan mulai Jumat (26/5) malam di Kota Ngabang. Warga menutup pintu mereka rapat-rapat sejak sore hari. Tak banyak kendaraan yang berlalu lalang.
Begitu pula pada Sabtu (27/5). Tak satu pun toko membuka pintunya. Warga menetap di rumah. Hanya Puskesmas Ngabang, Polsek Ngabang dan Polres Landak serta RSUD Landak yang membuka pintu. Sesekali mobil patroli Polisi melintas.
Apa itu Balala? Balala merupakan Ritual adat Dayak sub suku Kanayatn sesudah masa panen, dan akan memulai kembali aktivitas bahuma atau berladang. Hal tersebut bertujuan untuk membersihkan situasi alam semesta, agar aktivitas pertanian mendapatkan hasil yang maksimal.
Balala merupakan salah satu bagian dari tatanan adat budaya Suku Dayak, sub suku Dayak Kanayatn. Balala bisa berarti berpantang, baik dalam hal perbuatan dan pekerjaan. Selain itu, makan dan minum tetap diperbolehkan di dalam rumah masing-masing.
Meski begitu, terdapat pengecualian bagi para tenaga medis di Puskesmas dan Rumah Sakit dan Kepolisian serta TNI. Mereka dapat menjalankan aktivitas pelayanan publik seperti biasa. Begitu juga dengan warga dari luar Kabupaten atau binua yang hendak melintas. Masyarakat dapat leluasa melintas di daerah yang menggelar Balala’. Dengan catatan warga tidak dapat singgah di desa atau wilayah yang sedang menjalankan ritual adat tersebut, terkecuali dalam keadaan darurat.
Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman mengapresiasi kepada seluruh masyarakat kabupaten landak yang telah mengikuti dan mentaati pelaksanaan Balala/Pantakng Nagari serentak di tiga kabupaten tersebut. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Landak karena Ritual Balala telah sukses dilaksanakan,” ungkapnya di Ngabang.
Ia mengatakan, pelaksanaan Balala/Pantakng Nagari berdasarkan kesepakatan Bahaupm (musyawarah) antara DAD (Dewan Adat Dayak) Kabupaten Landak, DAD (Dewan Adat Dayak) Kabupaten Mempawah dan DAD (Dewan Adat Dayak) Kabupaten Kubu Raya pada tanggal 26 April 2023 di Rumah Radakng Aya’ Landak.
“Kita berdoa untuk memohon kepada Jubata (Tuhan, red) agar terhindar dari musibah dan wabah penyakit,” ucap Heri.(mif)