Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Harisson Optimis Inflasi di Kalbar Terus Terkendali

A'an • 2024-06-22 14:30:00
RAKORNAS: Harisson turut menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 yang dibuka Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6). (BIRO ADPIM KALBAR FOR PONTIANAK POST)
RAKORNAS: Harisson turut menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 yang dibuka Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6). (BIRO ADPIM KALBAR FOR PONTIANAK POST)

 

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson berkomitmen menjalankan arahan Presiden untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan di daerah dalam pengendalian inflasi.

Hal tersebut disampaikan usai dirinya menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2024 yang dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6).

Menurut Harisson, presiden berpesan bahwa rakornas tersebut menjadi momentum penting dalam upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan kesejahteraan masyarakat. Dimana hal itu juga menjadi fokus utama Pemprov Kalbar, yakni dengan menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan pokok, terutama beras.

Selain itu, lanjut dia, pemantauan perkembangan harga, dan pengambilan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga juga menjadi prioritas. 

"Kami di Kalbar akan terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga, terutama untuk komoditas pangan strategis. Arahan dan strategi dari pemerintah pusat akan menjadi pedoman bagi kami dalam menyusun langkah-langkah pengendalian inflasi yang lebih efektif dan tepat sasaran," ungkapnya.

Harisson optimis dengan kerja sama dan komitmen yang kuat dari semua pihak, Kalbar dapat terus mempertahankan capaian inflasi yang terkendali dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Rakornas ini menjadi ajang penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyinergikan upaya dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah potensi tantangan seperti kekeringan dan gelombang panas," pungkasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Pengendalian Inflasi (TPI) baik di tingkat pusat maupun daerah atas kerja keras mereka dalam mengendalikan inflasi.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang telah bekerja keras, yang telah berusaha keras untuk mengendalikan inflasi sehingga yang terakhir di bulan Mei yang lalu inflasi kita berada diangka 2,84 persen. Ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia," ujar Presiden.

 

Meskipun capaian inflasi terkendali, Presiden mengingatkan agar pemerintah daerah tetap waspada dan berhati-hati. Pemantauan langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di lapangan menjadi kunci, mengingat dampak inflasi dirasakan langsung oleh masyarakat.

Presiden juga menekankan pentingnya kewaspadaan meskipun pertumbuhan ekonomi saat ini berada di angka 5,11 persen, karena tantangan ke depan tidaklah mudah.

"Kekeringan, dan gelombang panas tidak boleh dianggap remeh, karena dampaknya dapat memicu inflasi. Oleh karena itu, kolaborasi antarkementerian dan lembaga terkait sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan ini," pesannya. (bar/r)

 

 
 
Editor : Indra Zakaria