Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Duka di Tepian Sungai Melawi: Tiga Anak Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Terseret Arus Deras

Redaksi Prokal • 2026-02-14 11:57:28
Tim SAR Gabungan menyisir aliran Sungai Melawi, Kabupaten Sintang pada Kamis (12/2) untuk mencari empat anak yang hilang. Tiga anak ditemukan meninggal dunia, sedangkan hanya satu selamat. (IST)
Tim SAR Gabungan menyisir aliran Sungai Melawi, Kabupaten Sintang pada Kamis (12/2) untuk mencari empat anak yang hilang. Tiga anak ditemukan meninggal dunia, sedangkan hanya satu selamat. (IST)

SINTANG – Tragedi memilukan melanda kawasan Kampung Ladang, Kabupaten Sintang, setelah empat orang anak terseret arus deras saat sedang berenang di tepian Sungai Melawi pada Kamis (12/2). Insiden yang berlangsung sangat cepat tersebut mengakibatkan tiga anak meninggal dunia, sementara satu lainnya berhasil diselamatkan oleh warga setempat.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat keempat korban sedang mandi di tepian sungai. Tanpa diduga, arus kuat mendadak menerjang dan menarik mereka hingga ke tengah sungai. Kondisi arus yang sangat deras membuat anak-anak tersebut kesulitan bertahan dan langsung tenggelam terbawa aliran sungai yang dalam.

Dalam upaya penyelamatan awal, seorang anak perempuan berinisial K berhasil ditemukan warga dalam kondisi selamat meski sempat terhanyut cukup jauh. Namun, nasib nahas menimpa tiga rekan lainnya. Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian intensif berhasil menemukan jasad A (14) pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.15 WIB di tengah sungai. Tak lama berselang, dua korban lainnya yang sempat hilang, yakni DD (11) dan F (14), juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Operasi pencarian yang berlangsung selama 24 jam ini melibatkan sinergi besar antara Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat. Untuk mendukung stamina tim pencari dan warga yang membantu di lapangan, Polres Sintang menggelar kegiatan "Jumat Berbagi". Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, menyatakan bahwa aksi pemberian bantuan makanan ini merupakan bentuk empati nyata Polri terhadap keluarga korban dan apresiasi bagi tim gabungan yang bekerja tanpa henti di tengah situasi duka.

Menanggapi tragedi ini, pihak SAR mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar Sungai Melawi. Karakteristik sungai yang memiliki arus sangat deras, terutama saat memasuki musim penghujan, menyimpan potensi kecelakaan yang sangat besar. Warga diminta untuk menghindari aktivitas berenang di tepian sungai guna mencegah terulangnya peristiwa memilukan serupa di masa mendatang.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup. Jenazah para korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh warga akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di area perairan yang berisiko tinggi. (*)

Editor : Indra Zakaria