BANJARMASIN – PDAM Bandarmasih kelimpungan. Dari awal tahun tadi, meteran air pelanggan, raib. Jumlahnya tak sedikit. Pada Januari ini sudah mencapai 26 buah.
Yang lebih mengagetkan, 2018 tadi jauh lebih banyak. Hingga akhir tahun tercatat sebanyak 106 buah meteran.
"Kami bingung, masih saja meteran air pelanggan hilang dicuri. Totalnya jika digabung dari tahun lalu mencapai 132 buah," ucap Humas PDAM Bandarmasih, M Nur Wahid, kemarin (29/1).
Beradasarkan data PDAM, kehilangan yang paling banyak terjadi di wilayah Banjarmasin Utara. Ditotal dengan tahun lalu, jumlahnya mencapai 59 buah. Disusul Banjarmasin Barat, Timur dan Selatan.
Jika dihitung, dari kehilangan tersebut, kerugian PDAM mencapai Rp21 juta. Karena satu buah meteran bernilai Rp165 ribu. Itu belum termasuk kerugian air yang mengalir tampa meteran.
"Estimasi air hilang belum dapat kami hitung. Yang pasti ada," sebutnya.
Wahid meperkirakan, hilangnya beberapa meteran ini karena bahannya yang terbuat dari kuningan. Karena jika dijual ke pengepul, logam ini harganya cukup menggiurkan. Untuk per 1 Kg dihargai Rp30 ribu. "Dugaan ini yang kami dalami,” katanya.
Pasalnya, untuk menjual meteran, akan sangat sulit sekali. Sebab, tiap meteran ada nomor seri yang tak bisa diubah.
"Kami juga saat ini tengah mencari pengepulnya. Siapa tahu pelaku menjual ke sana,” terang Wahid.
PDAM sebenarnya tak diam saja. 30 November 2018 lalu, mereka melaporkan kasus pencurian ini ke Polresta Banjarmasin.
Laporan kala itu disertakan pula hasil rekaman CCTV. Yang sempat meremkam salah satu aksi pencurian. "Rekaman CCTV jelas terlihat identitas pelaku," sebutnya.
Namun, hingga Januari ini pelaku tak kunjung di ringkus. Sementara kehilangan, bertambah banyak. Bahkan tak cuma mengincar rumah, tapi juga sekolahan.
"Baru awal tahun saja angka kehilangan meteran kami sudah mencapai puluhan. Bayangkan jika sampai akhir tahun nanti pelaku tak tertangkap. Berapa banyak lagi meteran kami yang hilang,” keluh Wahid.
Sejauh ini, pihaknya cuma bisa mengimbau kepada pelanggan. Jika ada kehilangan meteran, secepatnya untuk melapor. Agar tak dikenakan biaya penggantian meteran, warga bisa lebih dulu melaporkannya ke polisi.
“Kalau melapor ke kami, kami kenakan biaya Rp165 ribu. Hendaknya lapor dulu ke polisi,” imbau Wahid.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi merespons singkat ketika ditanya kasus ini. Ia mengaku belum menerima laporan terkait pencurian tersebut.
"Sementara belum ada. Thanks infonya. Nanti kami cek," jawabnya saat dikonfirmasi, kemarin (29/1).
Dari informasi lain, polisi kesulitan mengungkap kasus ini. Hal itu menyebabkan penyelidikan akhirnya terhambat.
Salah korban pencurian, Muhammad Arsani berharap, kehilangan yang menimpanya tak dirasakan orang lain. Meteran air miliknya dicuri siang bolong. Saat dirinya sedang tak berada di rumah
"Saya sadar meteran air dicuri saat mau mandi. Tiba-tiba air tidak jalan. Setelah saya cek keluar, meterannya sudah hilang," cerita warga Jalan Perdagangan, Komplek Bumi Indah Lestari itu. Meterannya dicuri 13 Januari lalu.
Saat melaporkan ke PDAM Bandarmasih, dia juga diminta petugas PDAM untuk lapor ke polisi. Agar penggantian tak dikenakan biaya. Hanya saja tak dilakukannya.
"Saya berharpa pihak Kepolisian cepat menangkap pelaku pencurian. Karena sangat merugikan korban. Dari segi waktu dan pastinya materi. Apalagi diketahui air merupakan kebutuhan pokok," ucapnya.
Kembali pada Wahid, dia meminta tolong kepolisian bisa agar bisa mengungkap kasus ini dalam waktu dekat. Mengingat, korbannya kian bertambah.
"Tinggal menunggu upaya aparat. Kami ingin polisi serius menyikapi kasus ini," harapnya. (mof/lan/mr-154/at/nur)
Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin