BANJARMASIN – Sejak tahun 2017, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemko hanya B. Kemarin, akhirnya naik menjadi BB.
Kenaikan predikat ini diserhakan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin. Pada momentum penyerahan SAKIP Award 2018 untuk Wilayah II di Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin, kemarin (6/2/).
Mendapat predikat tersbeut, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina tampak bangga. Menurutnya, keberhasilan pemko meraih nilai BB ini patut disyukuri semua pihak.
“Ini merupakan hasil dari upaya dan kerja keras pemko selama ini,” ucapnya Ibnu bangga.
Menurutnya, predikat BB ini mencerminkan efektif dan efisiennya seluruh alokasi anggaran pembangunan di Banjarmasin.
“Naiknya nilai SAKIP ini membuktikan visi misi dengan anggaran yang digelontorkan sudah sesuai,” katanya.
Meraih nilai BB bukan perkara mudah. Rasionalisasi program dilakukan secara matang. Bahkan, ratusan program dipangkas.
“Program yang tepat sasaran dan yang penting kami priotitaskan,” bebernya.
Meningkatnya predikat SAKIP 2018 diharapkannya bisa beriringan dengan perolehan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan daerah. Sehingga antara SAKIP dan WTP sebutnya, bisa menjadi hal yang sinkron.
“Kami tak ingin predikat ini hanya sebagai penghargaan. Tapi betul-betul upaya memangkas program-program yang tidak terlalu penting untuk penghematan,” tandasnya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakan penerapan SAKIP di 11 pemerintah provinsi dan 150 kabupaten dan kota yang dikelompokkan dalam wilayah II berhasil menghemat Rp22,3 Triliun.
“Secara nasional, SAKIP tahun 2018 telah berhasil menghemat pemborosan anggaran sebesar Rp65,1 triliun,” ujar Syafruddin. (mof/at/nur)
Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin