BANJARMASIN - KPU Kota Banjarmasin menggelar sosialisasi pemilu di Pesantren Nurul Jannah, kemarin (13/2).
Targetnya, untuk menjaring lebih banyak pemilih milenial saat pencoblosan nanti
Sasaran sosialisasi ini adalah santri kelahiran 2000-an. Yang pada pemilu tahun ini mendapatkan hak pilih untuk pertama kalinya.
"Pemilih pemula memang jadi sasaran kami. Maka dari itu, kami lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah termasuk pesantren," ucap Komisioner KPU Banjarmasin, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Parmas (Partisipasi Masyarakat) dan SDM, Muhammad Syarifuddin Akbar.
Pada momentum itu, KPU mengimbau agar para santri mengecek data mereka. Apakah telah terdaftar sebagai DPT atau belum. Karena masih ada kesempatan melaporkan untuk menjadi DPT tambahan.
Pimpinan Umum sekaligus Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jannah, Sam'ani begitu antusias. Dia menyambut baik sosiliasi yang dilakukan KPU. Agar para pemilih pemula nantinya tidak melakukan kesalahan saat mencoblos.
"Kami masih belum tau. Ada berapa orang yang akan bisa ikut memilih pada tanggal 14 April nanti," ucapnya.
Salah satu santriwati, Putri mengaku terbantu. Kedatangan KPU membuatnya mengeti teknis pemilihan umum nanti.
"Sekarang saya sudah mulai mengerti. Mulai dari warna surat suara hingga proses pencoblosan. Tetapi untuk saat ini masih belum bisa ikut berpartisipasi," ujar remaja kelahiran 2003 itu.
Untuk diketahui, sosialisasi akan terus berlanjut. Bakal berakhir sebelum hari pencoblosan. (mr-154/at/nur)
Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin