Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

UNBK SMK: Tiap Hari Ada Gangguan

miminradar-Radar Banjarmasin • 2019-03-29 08:58:31

BANJARBARU – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar sejak Senin (25/3) hingga Kamis (28/3) di SMKN 1 Banjarbaru, ternyata tak berjalan lancar. Sebab, selama pelaksanaan selalu ada permasalahan server yang harus dihadapi.

Kasusnya pun sama setiap harinya, di mana aplikasi yang memuat soal ujian tiba-tiba log-out atau keluar sendiri dari jaringan komputer ketika para siswa sedang fokus mengerjakan soal.

"Kami bingung, setiap hari permasalahan itu kami hadapi. Di sesi pertama pagi tadi (kemarin) juga terjadi lagi," kata salah seorang panitia UNBK di SMKN 1 Banjarbaru, Apriani.

Namun, dia mengungkapkan permasalahan tersebut hanya dialami oleh beberapa siswa. Dan dalam lima menit sudah bisa diatasi oleh operator.

"Kemungkinan karena masalah server. Paling dua atau tiga komputer yang aplikasi UNBK-nya tiba-tiba keluar sendiri," ungkapnya.

Masalah server sendiri menurutnya tidak terlalu mengganggu pelaksanaan UNBK. Sebab, hingga hari terakhir kemarin semua peserta dapat mengerjakan soal dengan lancar.

"Alhamdulillah, hanya gangguan sedikit yang kami hadapi. Jadi, secara keseluruhan UNBK lancar," ujarnya.

Di SMKN 1 Banjarbaru ada 244 siswa yang mengikuti UNBK. Di mana setiap harinya digelar sebanyak tiga sesi, dengan menggunakan tiga ruangan.

"UNBK sudah kami terapkan sejak 2016, Alhamdulillah selalu berjalan lancar," ucap Apriani.

Secara terpisah, Kabid SMK pada Dinas Pendidikan Kalsel Syamsuri mengaku belum mendapatkan laporan mengenai adanya masalah server di SMKN 1 Banjarbaru.

"Di sekolah lain juga belum ada laporan. Jadi, untuk sementara ini pelaksanaan UNBK SMK lancar saja," klaimnya.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammad Yusuf Effendi mengklaim, selama empat hari ujian, UNBK berlangsung lancar tanpa gangguan berarti.

"Alhamdulillah, tak ada kendala besar. Sementara, belum ada laporan masalah dari daerah," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (28/3).

Mengutip data Disdik, UNBK kali ini diikuti 17.309 siswa dan siswi SMK. Mereka berasal dari 121 sekolah yang tersebar di 13 kabupaten dan kota. Seperti diberitakan sebelumnya, pemprov bertekad menyelenggarakan UNBK secara 100 persen.

Sekalipun belum semua sekolah sanggup melaksanakan ujian berbasis daring itu secara mandiri.

"Ada 105 SMK yang telah sanggup menggelar UNBK mandiri. Yang belum mampu, menumpang ke sekolah terdekat yang sudah mandiri," imbuhnya.

Pantauan Radar Banjarmasin di SMKN 3 Banjarmasin kemarin pagi, ketakutan yang sempat merundung para guru ternyata tidak terjadi.

"Tidak ada listrik padam mendadak. Jaringan internetnya juga bagus. Enggak lemot," kata wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Norhalisah.

Peserta UNBK di sekolah yang beralamat di Jalan Pramuka itu berjumlah 589 siswa. Ditambah 43 siswa tampungan dari SMK tetangga. Ujian menempati delapan lokal dengan tiga sesi terpisah.

Sebenarnya, kekhawatiran utama Norhalisah adalah cuaca ekstrem. Akhir-akhir ini, Banjarmasin sering diguyur hujan deras. Komplet dengan angin kencang dan gemuruh petir. "Hari pertama ujian, cuacanya buruk sekali. Kami khawatir anak-anak bakal datang terlambat," ujarnya.

Datang terlambat akan membuyarkan konsentrasi siswa. Yang semula sudah siap menghadapi ujian, menjadi grasak-grusuk karena datang terlambat.

"Pintu diketuk-ketuk oleh siswa telat itu juga bakal mengganggu konsentrasi teman-temannya yang sudah berada di kelas," tambahnya.

Norhalisah menyebutkan, hanya ada satu peserta ujian yang berhalangan hadir. Lantaran sakit dan harus diopname di rumah sakit. Rencananya, dia akan diikutkan ujian susulan pada tanggal 15-16 April nanti. (ris/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#unbk