Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

KPU Disomasi Relawan Prabowo

miminradar-Radar Banjarmasin • 2019-04-20 09:36:02

BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel disomasi relawan Prabowo-Sandi. Mereka menuntut penghentian penyiaran quick count di televisi. Somasi itu tentu saja salah sasaran.

"Mereka menilai quick count telah memicu kegaduhan. Masalahnya, bukan ranah kami untuk menghentikan siaran televisi swasta," kata Koordinator Divisi Teknis KPU Kalsel, Hatmiati, kemarin (19/4).

Teguran dilayangkan Forum Lintas Relawan Prabowo-Sandi ke kantor KPU di Jalan Ahmad Yani kilometer 2,5. Quick count dituding melambungkan posisi pendukung Jokowi-Amin sebagai pemenang. Ditambah klaim ketidaksesuaian dengan hasil real count internal tim pemenangan 02.

Sekalipun hanya mengambil sampel, Hatmiati tak ingin meremehkan quick count. Lembaga-lembaga survei yang mengolah quick count bekerja berdasarkan metodologinya masing-masing.

Apalagi, quick count dilindungi Undang-Undang Pemilu. Merujuk putusan Mahkamah Konstitusi, siaran quick count diizinkan. Asalkan disiarkan dua jam setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup. Atau jam tiga siang waktu Indonesia Barat.

Syarat lain, lembaga-lembaga survei itu harus terdaftar di KPU RI. "Silakan saja mau menonton atau tidak siaran quick count. Mau meyakini atau tidak mempercayainya," tegasnya.

Somasi itu juga ditembuskan kepada KPU RI, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hatmiati menjamin, aspirasi relawan itu akan didengar pusat.

Dia juga meminta netizen untuk tak keterlaluan. Mencurigai adanya kecurangan dari pihak penyelenggara pemilu. "Cara kerjanya transparan sekali. Perhitungan suara di TPS digelar terbuka. Boleh ditonton siapa saja. Hasil C1 juga boleh dipotret," ujarnya.

Hatmiati mencoba bijak. Dia mengajak masyarakat menunggu hasil real count KPU. "Rekap manual KPU baru mencapai 1,3 persen. Data ini memang belum ada apa-apanya," tukasnya.

Tak sampai 2 persen, maka wajar jika masyarakat menjadi tak sabaran. Hingga quick count laku ditonton. Apakah KPU tak bisa bekerja lebih cepat? Hatmiati mengakui ada saja kendala teknis yang mengadang operator KPU.

"Kendala yang dihadapi Kalsel adalah jaringan internet. C1-nya sudah discan. Tapi proses pengirimannya kerap gagal. Apalagi di kabupaten-kabupaten. Banyak operator Situng yang harus bekerja sampai dini hari," terangnya.

Saat ini, rekapitulasi perhitungan surat suara baru mencapai tingkat kecamatan. Setelah itu, direkap ke tingkat kota atau kabupaten. Baru beranjak pada tingkat provinsi. Siapa yang menang dan kalah akan diumumkan pada tanggal 22 Mei oleh KPU RI. Masih sebulan lagi.

Terlepas dari segala kekurangan yang ada, Pemilu 2019 telah berjalan damai. Hatmiati mengajak masyarakat untuk menjaga suasana ini. "Sudah kondusif, jadi harus dijaga bersama. Kalau pilihannya kalah atau menang, terimalah," pungkasnya.

 ---

Sementara itu, Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Kalsel menggelar syukuran atas kemenangan pasangan Prabowo - Sandiaga Uno di kediaman Ketua DPD Gerindra Kalsel, H Abidin, di Pulau Sari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Jumat (19/4).

Tim pemenangan serta relawan dari berbagai kabupaten/kota serta para caleg dari partai pendukung--PKS, PAN, Demokrat dan Berkarya--berkumpul membaur. Mereka berdoa bersama atas hasil perolehan suara Capres 02 di Kalsel.

“Syukuran kita ini hanya alakadarnya saja, karena perolehan suara BPP targetnya menang di Kalsel,” kata Ketua DPD Kalsel H Abidin kepada Radar Banjarmasin, usai acara.

Data yang dirilis lembaga survei Indobarometer, keunggulan Prabowo-Sandi atas Jokowi-Amin mencapai 60,91-39,09. Jumlah ini naik signifikan dari hasil pemilu tahun sebelumnya dimana suara kedua calon hanya terpaut 0,1 persen untuk Prabowo-Hatta.

Abidin mengatakan syukuran akan berlanjut lagi setelah capres 02 resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

“Nanti akan diadakan syukuran terbuka dan mudah-mudahan bapak Prabowo bisa datang,” katanya yang mengklaim perolehan suara di Kalsel daerah kedua terbesar secara nasional setelah Aceh. Meski quick count di televisi menunjukkan hal yang berbeda, dia yakin Prabowo-Sandi lah yang menang. (fud/gmp/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Kriminal Politik dan Sengketa Pemilu