BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin telah memetakan kondisi sungai di Banjarmasin. Terjadi penurunan kualitas air sungai. Sampel diambil dari Sungai Pekapuran, Pemurus, Pangeran, Kuin, Surgi Mufti, dan Kelayan.
Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Canyono menjelaskan, penurunan mutu air sungai itu terjadi lantaran posisinya di ujung hilir. Bahan pencemar dari hulu pun menumpuk di sini. "Tentu saja sangat berpengaruh," ujarnya, belum lama ini.
Namun, dia memastikan kadar keasaman atau pH sungai masih aman. Setidaknya tak melebihi ambang batas maksimal ataupun minimal. "Standar pH ini mulai angka 6 sampai 9. Jika kurang atau lebih, sama-sama tidak bagus," terangnya.
Ada beberapa sungai dengan kadar pH yang masih bagus. Selain Sungai Martapura adalah Sungai Pemurus, Antasan Kecil, Pekapuran dan Kelayan. Sungai Alalak juga masih bagus. "Rata-rata pH sungai di Banjarmasin masih normal. Kalaupun minus dibawah 6, hanya beberapa," bebernya.
Sungai-sungai di Banjarmasin sebenarnya terancam pencemaran. Seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), mercury dan e-Coli.
"Jika air sungai sudah benar-benar tercemar, maka akan sangat berbahaya dikonsumsi. Bisa memicu berbagai penyakit," tambah Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi.
Dari berbagai kategori pencemaran, paling berbahaya adalah mercury. Karena bisa merusak kerja syaraf. Dalam kadar tertentu dapat memicu kanker.
Tak kalah membahayakan adalah e-Coli. Bakteri ini berasal dari kotoran manusia. Sebagian warga Banjarmasin memang masih menggunakan jamban apung. "Bakteri ini bisa mengganggu fungsi hati. Bahkan mengakibatkan hepatitis," tukasnya. (nur/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin