Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banjarmasin di Jalan RE Martadinata mencekam. Kemarin (18/2) sekitar jam 11 siang, puluhan anggota Satpol PP Banjarmasin menerobos masuk dan mengamuk.
---
BANJARMASIN - Tanpa basa-basi, kursi pegawai yang sedang bekerja ditendang. Gelas di atas meja dipecahkan. PNS yang tengah bekerja terdiam. Tak bisa berbuat apa-apa.
Mereka mencari Syaffri Azmi, Kepala BKD dan Diklat Banjarmasin. Tapi yang dicari sedang tak berada di tempat. Bawahannya pun mengaku tak tahu atasannya ke mana.
Penyerbu kian meradang. Tembok ruang kerja Azmi kemudian menjadi sasaran. Ditempeli poster bernada tulisan protes. Intinya, menuntut kenaikan tukin (tunjangan kinerja) terhadap personel Satpol PP yang sudah berstatus PNS.
Seorang personel membisikkan, sejak kebijakan tukin diberlakukan pada tahun 2019 kemarin, tingkat kesejahteraan satuan itu kian menurun.
Jika sebelumnya rata-rata menerima tunjangan Rp5 juta sampai Rp7 juta per bulan, sekarang hilang separo. "Turun sampai 50 persen. Mana perhatian pemko," ujarnya.
Mereka mengingatkan, beban kerja Satpol PP amat tinggi. Karena tak ada batasan waktu, bekerja pada siang, sore, malam, dan dini hari.
Pada libur tanggal merah pun, tetap ada patroli keliling kota. Belum lagi risiko di lapangan ketika bertugas. Seperti menghadapi PKL atau PSK yang melawan ketika ditertibkan.
"Kami merasa dizalimi oleh BKD. Padahal kerja nonstop pada akhir pekan. Di mana rasa keadilan terhadap kami," tegas personel yang enggan namanya dikorankan tersebut.
Keluhan ini sudah pernah disampaikan kepada sang atasan. Kepala Satpol PP pun menyampaikannya kepada wali kota.
"Semakin sakit hati. Usulan penyesuaian tukin itu ternyata sudah disetujui wali kota. Tapi malah ditolak kepala BKD. Aneh-aneh saja, pimpinan tertinggi itu wali kota atau kepala BKD," cecarnya.
Jika tuntutan tak dipenuhi, mereka mengancam akan membiarkan PKL bebas berjualan di mana saja. Takkan ada lagi penertiban.
Mendengar kegaduhan itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina pun turun tangan untuk mendinginkan suasana.
Ibnu membenarkan, usulan Satpol PP, terutama bagi yang bekerja di lapangan, telah ia setujui. Jika belum terealisasi, lantaran masih diproses oleh BKD. Bukan karena ditolak.
"Akan saya komunikasikan lagi dengan kepala BKD. Nanti dibantu asisten dan sekda. Agar tuntutan mereka diperhatikan. Insyaallah segera ada solusi," jamin Ibnu.
Dijelaskannya, nominal tukin memang tidak sama antar pegawai. Tergantung golongan dan jabatan si pegawai. "Semoga bisa selesai cepat, kalau tidak, mereka (Satpol PP) bakal terus bertahan di sini (kantor BKD)," tambah Ibnu.
---
Sekda Jamin Bakal Cair
TIGA jam setelah aksi Satpol PP ngeluruk ke kantor BKD, Kepala BKD dan Diklat Banjarmasin Syaffri Azmi pun muncul. Dia mengajak pemprotes untuk duduk bersama dan berdialog.
Azmi tak sendirian. Ia ditemani Sekdako Banjarmasin Hamli Kursani dan Kabag Hukum Setdako Banjarmasin Lukman Fadlun. Tapi, pertemuan baru dimulai, puluhan anggota Satpol PP keburu walk out. Keluar dari ruangan.
Alasannya, pernyataan Azmi terdengar bernada mengancam. "Awalnya sih bagus, mau meminta maaf. Tapi ujung-ujungnya mengancam atas aksi perusakan tadi," kata salah seorang personel.
Mediasi pun tertunda selama satu jam. Kedua belah pihak akhirnya melunak dan kembali bertemu. Kali ini tanpa Azmi, hanya Hamli seorang. Dia mendapat instruksi khusus dari wali kota untuk meredam kegaduhan ini.
Hamli berjanji akan segera membereskan masalah ini dalam tempo sesingkat-singkatnya. "Saya pastikan begitu," janjinya.
Disinggung perihal aksi Satpol PP yang keras dan gaduh, bagi Hamli masih terbilang wajar. Kalaupun ada kerusakan barang di kantor BKD, menurutnya akibat ketidaksengajaan.
"Mungkin kesenggol saja, lalu jatuh dan pecah gelasnya," ujarnya berprasangka baik.
Perihal aksi penyerbuan itu, menurutnya akibat komunikasi yang macet. Aspirasi sudah disampaikan dan dibahas, tapi malah dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan hingga akhirnya meledak.
"Mereka ini cuma buntu komunikasi saja. Kelamaan menunggu tanpa ada kabar," tambahnya.
Orang nomor tiga di Balai Kota Banjarmasin itu kemudian meminta Satpol PP untuk bersabar selama beberapa hari ke depan. "Tukin anggota Satpol PP dalam dua-tiga hari ke depan bakal dicairkan," pungkasnya. (gmp/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin