Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Perang KTP di Kotabaru

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-02-27 12:57:33
Ilustrasi
Ilustrasi

KOTABARU - Apa jadinya jika Anda memberikan KTP ke bakal calon bupati jalur perseorangan, namun kemudian Anda pun mencalonkan diri juga? Nah, itulah yang terjadi di Kabupaten Kotabaru.

Suhu politik di ujung tenggara Kalsel benar-benar meningkat. Bukan hanya calon dari Parpol. Dari perseorangan pun mencuri perhatian publik karena kericuhan internal para timnya.

Ada dua pasangan jalur perseorangan di Kotabaru yang sudah mendaftar ke KPU. Pertama, pasangan Burhanudin-Bahruddin. Ke dua adalah Yandi Kamitono-Agusaputra Wiranto.

Burhanudin saat ini masih menjabat sebagai Wabup Kotabaru. Sementara Bahruddin adalah mantan anggota DPRD Kotabaru periode 2014-2019.

Di awal, Agusaputra Wiranto yang dikenal sebagai aktivis sekaligus pengusaha kuliner merupakan tim sukses Burhanudin. Bahkan, Agus sudah menyerahkan ratusan KTP termasuk KTP dirinya ke Burhanudin.

Di perjalanan, Yandi Kamitono yang merupakan pengusaha perhotelan di Tanah Bumbu juga bersinggungan dengan Burhanudin. Dua nama ini sempat diisukan berpasangan. Namun Burhanudin kemudian memilih Bahruddin.

Entah bagaimana ceritanya, tetiba nama Yandi muncul ke publik. Berpasangan dengan Agusaputra Wiranto. Dari informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, beberapa tim Burhanudin lainnya, utamanya di daratan Pulau Kalimantan berbelot ke Yandi.

Saat melengkapi berkas ke KPU, dua jam sebelum deadline, 23 Februari tadi, Agusaputra tidak berkelit bahwa dirinya dulu tim Burhanudin. Ditanya bagaimana dengan KTP dukungan, Agus mengatakan lihat hasil dari KPU saja. "Kita lihat saja nanti dari KPU," ujarnya.

Sementara Yandi mengatakan, dia menggaet Agus karena sosoknya muda. "Kita perlu yang muda-muda. Lihat saja menteri Jokowi banyak yang muda-muda," bebernya.

Burhanudin ditanya melalui seluler, Rabu (26/2) kemarin mengatakan, dirinya menunggu dulu, apakah pasangan Yandi-Agus lolos atau tidak. "Kalau (mereka) lolos berarti potensi ganda ada dan tergantung hasil verifikasi faktual di lapangan. Jika batal, Insya Allah kita persiapkan penggantinya yang dikali dua," ujarnya.

Sebelumnya kepada wartawan dia mengatakan. Semua dukungan free dari masyarakat. Tidak ada bayar-bayar untuk membeli dukungan KTP

KPU membenarkan, berkas yang sudah dinyatakan lengkap adalah milik pasangan Burhanudin. "Dukungan mereka totalnya ada 22.360. Batas minimal 22.314. Jadi kami terima," kata Ketua KPU Kotabaru Zainal Abidin, malam kemarin.

Sementara dukungan Yandi dan Agus masih mereka hitung. Dari pantauan Radar Banjarmasin, malam kemarin pukul 19.20, para petugas KPU masih menghitung.

"Punya Burhan sehari saja kami hitung. Karena mereka sudah tersusun rapi. Kalau milik Yandi kami keteteran, karena belum tersusun. Dan kami harus memastikan urutannya sama dengan data yang di Silon," beber Zainal.

Sementara itu, pukul 24.00 masa penghitungan habis. Jika sampai jamnya, KPU akan menyetop. Apabila kurang, maka Yandi dinyatakan gagal.

Bagaimana peluang Yandi dari proses penghitungan sementara? Zainal Abidin tidak berani berandai. Yang jelas saat menyerahkan KTP dukungan, pasangan itu mengklaim punya 26.709 dukungan.

Banyak pihak sepakat. Tahun ini syarat perseorangan sangat sulit. Karena nanti semua dukungan akan diverifikasi manual di lapangan. Satu-satu.

"Kalau dulu kan sampel saja. Sepuluh persen. Sekarang harus semua," ujar Ketua DPC Gerindra Kotabaru Nur Aini Syahran, akrab disapa Amang Noy.

Masalah tambah besar, karena jika ada satu dukungan bermasalah maka harus diganti dengan dua dukungan baru.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, dua pasangan hingga kini terus mengumpulkan dukungan KTP. Untuk mengantisipasi jika proses verifikasi faktual di lapangan ada yang bermasalah. (zal/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik