Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Libur Pelajar Kembali Diperpanjang

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-04-14 10:32:30
MENUNGGU: Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, pengumuman kelulusan SMP masih menunggu hasil rapat bersama K3S. | DOKUMEN RADAR BANJARMASIN
MENUNGGU: Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, pengumuman kelulusan SMP masih menunggu hasil rapat bersama K3S. | DOKUMEN RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Masa karantina pelajar kembali diperpanjang. Pemko Banjarmasin memutuskan memperpanjang hingga 23 April nanti.

Ini perpanjangan kedua. Yang pertama sudah dilakukan. Masanya berakhir hari (14/3) ini.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengungkapkan, perpanjangan masa karantina pelajar harus dilakukan. Mengingat status tanggap darurat masih berlaku. Bahkan kondisinya semakin memburuk.

“Kebijakan ini juga berlaku bagi tenaga pendidik. Seperti guru, kepala sekolah, pengawas dan yang lainnya,” ucapnya.

Kenapa hanya sampai 23 April? Kebijakan ini menyesuaikan kalender akademik. Karena mulai 24 April hingga 30 Mei, aktivitas sekolah memang libur lantaran memasuki bulan Ramadan. “Karena puasa sampai lebaran memang libur,” sebutnya.

Jika wabah virus corona ini berakhir, harusnya pelajar sudah harus kembali beraktivitas di sekolah pada 2 Juni mendatang. Sesuai agenda kalender akademik.

Tapi, apapun yang terjadi, Ibnu mengimbau kepada para orang tua. Agar memastikan anak-anaknya tetap belajar. Sekalipun berada di rumah. “Yang paling penting, proses pembelajaran tetap dilaksanakan di rumah,” pesannya.

Baru-baru ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program belajar bareng. Ditayangkan melalui melalui stasiun TV pemerintah. Mengingat sistem belajar online yang diterapkan sebelumnya rupanya tak berjalan maksimal.

Ibnu berharap, program itu bisa dimanfaatkan dengan maksimal. “Jam-jam belajarnya sudah ada. Apakah itu untuk PAUD, SD dan SMP,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengingatkan para guru. Agar siswa tak diberi beban belajar yang berlebihan. Juga tak harus menuntaskan capaian kurikulum.

"Belajar dari rumah tidak harus bersifat akademik. Bisa fokus pada pendidikan kecakapan hidup. Termasuk memberi edukasi mengenai pencegahan penularan corona," tuturnya. (nur/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Pendidikan