BANJARBARU - Meski anjuran untuk tidak mudik getol disosialisasikan. Rupanya masih banyak masyarakat yang tetap mudik, meskipun harus melewati posko-posko pengamanan perbatasan (Pamtas).
Seperti terpantau di Posko 2 PSBB Banjarbaru kelurahan Bangkal yang berbatasan langsung dengan Tanah Laut. Total ada lebih dari ratusan kendaraan yang disuruh putar balik. Lantaran terindikasi bahkan terang-terangan ingin mudik.
Kapolsek Banjarbaru Timur, Iptu Khamdari mengatakan, pemudik marak terjaring di momen H-2 lebaran. "Totalnya mencapai ratusan, baik R2 atau R4. Mereka kebanyakan dari wilayah Tala, Tanbu, Kotabaru bahkan ada dari Kaltim yang mau ke wilayah Hulu Sungai lewat jalur ini," ujarnya.
Dalam upaya mengelabui petugas penjagaan. Pemudik ini modusnya macam-macam. Mulai dari ingin menjenguk keluarga di Banjarbaru hingga alasan kerja.
"Tetapi banyak yang tidak bisa menunjukkan surat pengantar atau rekomendasi. Akhirnya ketahuan ingin mudik," katanya.
Hingga H+3 lebaran, arus balik pun kata Khamdari juga terpantau masih ramai. "Mereka mau balik untuk bekerja setelah mudik," tambahnya.
Sementara di posko penjagaan Liang Anggang dan Landasan Ulin, juga marak warga yang ingin mudik.
"Lumayan banyak yang terpantau ingin mudik saat pemeriksaan. Sehari sebelum dan sesudah lebaran. Banyak keluarga yang menyewa mobil taksi untuk mudik," ujar Kapolsek Banjarbaru Barat, AKP Andri Hutagalung.
Indikasinya terlihat dari barang bawaan, jumlah keluarga serta surat pengantar. “Kebanyakan tak ada yang bisa menunjukkan surat pengantarnya," tandasnya. (rvn/bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin