BANJARBARU - Selama pandemi Covid-19, aktivitas belajar anak-anak di sekolah sudah berbulan-bulan dipindahkan di rumah. Banyak hal yang dialami orang tua yang setiap hari harus menemani anaknya belajar secara daring.
Salah satunya, Nurjanah. Warga Jalan Sidomulyo, Landasan Ulin, Banjarbaru ini mengaku kesulitan mengawasi anaknya belajar dari rumah. "Susah kalau belajar di rumah. Anaknya bosan. Kalau dipaksa belajar malah merajuk, tidak mau," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.
Dia mengungkapkan, anaknya bosan belajar di rumah lantaran hanya sendirian. Tidak seperti di sekolah, banyak teman yang bisa diajak ngobrol. "Kalau belajar dengan teman-temannya dia semangat, tapi kalau sendiri susah mencari mood-nya," ungkapnya.
Anak Nurjanah sendiri baru duduk di kelas 3 di SDN 3 Guntung Manggis. Sehingga, menurut Nurjanah masih membutuhkan banyak teman agar mau belajar. "Apalagi belajarnya cuma via WhatsApp. Dia cepat bosan," ujarnya.
Dalam WhatsApp Grup (WAG) itu, dia menyampaikan, anaknya bernama Ahmad Rizki tersebut mendapatkan tugas dari guru. Setelah itu, tugas yang sudah dikerjakan dikirim juga lewat WAG. "Tugasnya kadang hapalan bacaan atau praktik. Seperti, menanam atau yang lainnya," ucapnya.
Selain itu, wanita yang akrab disapa Nur ini menuturkan, anaknya juga kadang mendapatkan tugas menjawab soal-soal yang ada di program TVRI. "Jawaban kemudian dikirim ke guru," tuturnya.
Selain Nur, kesulitan juga dialami Rini Dwi Masmuda. Warga Jalan Jafri Zam-zam, Kecamatan Banjarbaru Selatan ini mengatakan, anaknya yang masih duduk di kelas IV di salah satu Madrasah Ibtidayah (MI) belajar dari rumah bersama guru dan temannya menggunakan aplikasi Zoom. Namun, aplikasi video tersebut terkadang sulit diakses.
"Ini saja kami sudah menunggu setengah jam masih belum bisa diakses aplikasinya," katanya.
Dia berharap, wabah virus corona dapat segera usai. Sehingga anaknya, Nahfiz dan anak-anak lainnya bisa kembali belajar di sekolah. "Karena selain sulit mengakses aplikasi. Komputer yang kami gunakan juga harus gantian. Karena saya gunakan untuk kerja," paparnya.
Sementara itu, setelah libur ramadan dan lebaran, Disdik Kota Banjarbaru tetap memberlakukan sistem belajar di rumah bagi para siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menangah Pertama (SMP).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru M Aswan mengatakan, proses belajar di rumah untuk anak didik tingkat SD dan SMP di Banjarbaru akan tetap melibatkan peran orangtua murid. "Belajar jarak jauh ini bagian dari upaya Disdik Banjarbaru untuk mencegah penyebaran virus corona," katanya.
Dia menjelaskan, sistem daring akan melibatkan komunikasi antara wali kelas dan orangtua murid. Sebab, saat proses belajar di rumah, wali kelas akan mengirim tugas apa yang dikerjakan kepada orangtua. "Selanjutnya, orangtua murid akan memberitahukan anaknya untuk mengerjakan tugas itu," jelasnya.
Aswan sendiri belum tahu sampai kapan belajar dari rumah dilaksanakan, sebab belajar di sekolah baru bisa dilakukan apabila pandemi sudah mereda. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin