Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pasien Terus Bertambah, Tim Gugas Covid-19 Kekurangan Tempat Karantina

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-06-25 12:12:55
KEKURANGAN TEMPAT: Suasana karantina khusus di Balai Diklat, Jalan Ambulung, Loktabat Utara, beberapa waktu lalu. Terus bertambahnya pasien virus corona di Banua, membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel tengah kekurangan tempat karantina
KEKURANGAN TEMPAT: Suasana karantina khusus di Balai Diklat, Jalan Ambulung, Loktabat Utara, beberapa waktu lalu. Terus bertambahnya pasien virus corona di Banua, membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel tengah kekurangan tempat karantina

BANJARBARU - Terus bertambahnya pasien virus corona, membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel kekurangan tempat karantina. Sejumlah lokasi karantina khusus yang disediakan Pemprov Kalsel saat ini penuh.

Penanggungjawab Karantina Khusus Pemprov Kalsel, Sukamto menuturkan, dari tiga tempat karantina khusus yang tersedia. Cuma ada satu yang masih bisa menerima pasien baru.

"Hanya Bapelkes Banjarbaru yang masih ada slot. Karena ada 26 pasien sembuh yang dipulangkan. Sementara, Gedung Balai Diklat di Ambulung dan Gedung BPSDM di Panglima Batur sudah penuh," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Melihat tren pasien Covid-19 yang terus bertambah, menurutnya Pemprov Kalsel masih kekurangan gedung untuk karantina khusus. "Dengan penuhnya beberapa tempat karantina, kami mau memanfaatkan Asrama Haji. Di sana ada 94 kamar. Tapi, kami juga masih harus mencari gedung lain untuk tambahan," ujarnya.

Namun, Sukamto menyampaikan, Pemprov Kalsel kesulitan mencari gedung lain yang sesuai kriteria untuk dijadikan tempat karantina. "Tempatnya harus nyaman dan ada AC-nya. Kalau tidak nyaman, pasien bisa tidak betah," ucapnya.

Selain itu, dia menuturkan, pihaknya juga memprioritaskan menggunakan gedung milik pemerintah. Pasalnya, kalau milik swasta harus mengeluarkan anggaran besar untuk menyewanya. "Apalagi kalau hotel. Banyak sekali anggaran yang diperlukan," tuturnya.

Disinggung berapa kapasitas tempat karantina khusus yang dimiliki Pemprov Kalsel saat ini, Sukamto memaparkan, dari empat gedung yang digunakan: Bapelkes Banjarbaru, BPSDM, Gedung Balai Diklat dan Asrama Haji, jumlah kapasitasnya 600 lebih.

Rinciannya, Bapelkes Banjarbaru berdaya tampung 116 pasien, Balai Diklat Ambulung 144 pasien, BPSDM 200 pasien dan Asrama 188 pasien.

Sukamto mengungkapkan, kebijakan mengembangkan karantina khusus dijalankan untuk pembatasan supaya orang-orang yang positif Covid-19 tidak menularkan ke lingkungannya. "Apalagi terkonfirmasi tanpa gejala," tuturnya.

Dituturkannya, selama dikarantina, pasien selalu diawasi oleh petugas kesehatan. Terdiri dari dokter umum, dokter spesialis dan perawat. "Di sana juga ada petugas gizi, farmasi, petugas laboratorium, psikolog dan sebagainya," tuturnya.

Bukan hanya itu, disampaikannya bahwa di tempat karantina khusus juga harus terjamin kebersihannya. "Untuk pengelolaan lingkungan kami dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan rilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, jumlah kasus Covid-19 di Banua kemarin kembali mengalami lonjakan. Pasien positif Covid-19 bertambah 90 orang. Dengan tambahan itu, total kasus virus corona di Kalsel menjadi 2.775.

Tambahan pasien baru terbanyak disumbangkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, masing-masing 29 orang. Sisanya disumbangkan oleh HSU (3 orang), Banjarbaru (5 orang), Tanah Laut (5 orang) dan Batola (10 orang), Tanah Bumbu (2 orang), Tapin (6 orang) dan Balangan (1 orang).

Selain itu, gugas juga mencatat ada tambahan 3 pasien yang meninggal dunia dan 21 lainnya dinyatakan sembuh. Dengan tambahan tersebut maka kini pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia mencapai 171. Sedangkan yang sembuh, 457 pasien.

Juru Bicara Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel, Muslim menyampaikan, tingginya tambahan kasus baru akhir-akhir ini merupakan hasil dari upaya tracking dan tracing yang dilakukan oleh tim survailans di daerah. "Hasil tracking dan tracing tergambar dari update tambahan jumlah kasus setiap harinya," ucapnya. (ris/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona