Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Maulid, Momentum Mencari Pemimpin Teladan

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-10-30 14:45:48
Photo
Photo

Setiap datang bulan Rabiul Awal,tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam selalu memperingati peristiwa bersejarah, yakni peringatan Maulid (hari kelahiran) Nabi Besar Muhammad Saw. Peringatan itu dilakukan di mana-mana, baik di kota dan di desa, di masjid atau di musala, di sekolah-sekolah atau di kampus-kampus perguruan tinggi. Di kantor pemerintah atau swasta, bahkan di istana negara setiap tahunnya.

============================
Oleh: Masroliyan Nor S.Pd.I, M.Pd
Kepala MAS Ainul Amin Balangan
============================

Dalam peringatan itu, dibacakan dan dikisahkan riwayat hidup Nabi Muhammad Saw, semenjak kelahirannya, masa kecil, perjuangan Beliau dalam menyampaikan risalah, sampai kepada akhir hidupnya. Selain itu, juga dikisahkan tentang suka duka, peperangan-peperangan yang dilakukan demi mempertahankan diri dari aniaya dan kezaliman kaum kafir Quraisy, serta hal-hal yang bersifat pribadi dan keluarga.

Memang benar, menurut perhitungan Tarikh bahwa tanggal 12 Rabiul Awal mencakup tiga peristiwa penting dan penuh arti dalam kehidupan Rasulullah Saw. Pertama, pada tanggal itu, Nabi Muhammad Saw dilahirkan. Peristiwa ini terkenal dengan Tahun Gajah, karena pada waktu itu tentara Abrahah datang dengan maksud hendak menghancurkan Kakbah di Mekkah. Peristiwa itu juga bertepatan dengan tanggal 21 April 571 Miladiyah. 

Kedua, pada tanggal 12 Rabiul Awal, Nabi Saw beserta para sahabat pindah (Hijrah) dari Kota Makkah ke Yatsrib, yang kemudian nantinya diubah menjadi Madinah. Peristiwa itu disebut dengan peristiwa Hijratur Rasul, yang jatuh bertepatan dengan tanggal 30 September 622 Miladiyah. 

Ketiga, tanggal 12 Rabiul Awal pada tahun 10 Hijriyah Nabi Muhammad Saw wafat yang bertepatan dengan tanggal 8 Juni 633 Miladiyah.

Agaknya,tidaklah terlalu berlebihan bila dikatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw, yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal, bukan semata-mata memperingati hari kelahiran saja. Tetapi mencakup perjalanan kehidupan semenjak awal kehidupan sampai kepada akhir hayatnya.

Peringatan tersebut,seluruhnya dimaksudkan agar umat bisa menangkap nilai-nilai yang terdapat dalam riwayat hidup tersebut untuk kemudian dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Karena Nabi Saw adalah teladan terbaik bagi manusia di muka bumi ini (Qs. Al Ahzab/33 : 21).

Ayat itu turun ketika terjadi perang Khandak (Parit). Dikisahkan oleh Ummu Salamah, istri Nabi, bahwa selama dia mendampingi Rasulullah mengikuti berbagai peperangan, tidak seperti perang Khandak. Dalam perang itu, Rasul kelihatannya sangat lelah ikut bekerja menggali parit dan para sahabat sendiri berada dalam ketakutan yang amat sangat.

Ide untuk menggali parit itu disampaikan oleh Salman Al Farisi. Nabi sendiri ikut serta dalam menggali. Beliau ikut mengayunkan cangkul, memukulkan alat pemecah batu yang keras dan besar. Bahkan ikut memikul pasir atau tanah hasil galian untuk dipindahkan ke tempat lain. Seluruhnya dilakukan untuk membangkitkan semangat para sahabat agar pekerjaan itu cepat dirampungkan.

Di saat-saat seperti itulah turun ayat untuk meneladani Nabi sebagai pemimpin umat yang secara langsung ikut memanggul pasir dan menggali parit, memberi contoh langsung kepada pengikutnya. Nabi tidak merasa derajatnya menjadi turun dan berkurang bila melakukan pekerjaan yang juga dilakukan oleh prajurit biasa.

Untuk itulah, meneladani kehidupan Rasulullah Saw merupakan inti dari peringatan maulid itu sendiri. Nabi adalah pribadi agung yang patut diteladani, karena tanpa sungkan dan dengan perilaku sendiri, berkubang bahu membahu bersama anggota masyarakat dalam membangun dan mempertahankan diri dari serangan musuh.

Bahkan, Beliau rela mengorbankan jiwa, raga dan hartanya untuk mengalahkan musuh-musuh, demi tegaknya agama Islam di muka bumi ini.

Oleh sebab itu, melalui peringatan maulid ini, kerinduan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw dikobarkan kembali. Betapa Nabi dalam hidupnya telah mengorbankan segala yang dimiliki dalam melaksanakan tugas risalah yang dibebankan oleh Allah kepadanya.

Betapa Nabi sangat mementingkan umatnya, baik dalam kondisi senang maupun dalam kondisi kesusahan. Bahkan, di akhir hayatnya masih mengingat umatnya sendiri. Sejarah mencatat, di akhir hayat, satu hal yang menjadi perhatian yang tidak pernah beliau lepaskan adalah kondisi umatnya.

Begitulah, sosok manusia teladan di muka bumi ini. Sebagai umatnya, maka segala perilaku dan perjuangan yang telah dilakukan Nabi harus bisa diteladani dalam kehidupan ini. Nabi merupakan pemimpin yang senantiasa mengutamakan umatnya. Beliau rela berkorban segalanya, baik harta dan nyawa untuk kebahagiaan dan kesuksesan umat Islam.

Sebagai seorang pemimpin, Nabi tidak hanya duduk di belakang meja. Beliau turun langsung membantu pasukannya. Pekerjaan kasar dan melelahkan dilakukannya untuk kemenangan Islam. Bahkan ketika perang berlangsung, Nabi juga ikut maju ke medan lagi. Dan pernah berdarah-darah ketika perang Uhud.

Sosok pemimpin seperti beliau harus bisa diteladani oleh para pemimpin kita di negeri ini. Pemimpin yang lebih mengutamakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Bukan untuk memperkaya diri, keluarga dan para pengikut-pengikut yang mendukungnya. Sikap seperti itu sangat jauh dari keteladanan yang telah dilakukan oleh Rasulullah Saw.

Sosok kepemimpinan yang telah dilakukan Rasulullah itu bisa menjadi panutan bagi calon pemimpin kita yang saat ini sedang berkompetesi untuk memperebutkan kursi Kalsel 1 dan bupati serta wali kota.

Saat ini masih berlangsung kampanye oleh para kandidat yang bersaing memperebutkan kursi kepemimpinan di banua. Berbagai macam program mereka tawarkan untuk menarik simpati para pemilih. Tujuannya sama, yaitu untuk menyejahterakan rakyat dan membangun daerah agar lebih maju lagi.

Siapapun yang tepilih nantinya, merupakan amanah (kepercayaan) yang diberikan rakyat kepadanya. Ia harus bisa menjadi pemimpin yang peduli. Bisa menghilangkan kepentingan pribadi dan golongan, serta partai politik yang mengusung. Sosok pemimpin yang mau bekerja keras untuk kemajuan daerah. Sosok pemimpin yang memiliki akhlak mulia, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah Saw. Semoga! (*)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#opini