BANJARMASIN - Wacana belajar tatap muka di Banjarmasin yang ditarget pekan kedua November ini, disambut baik sejumlah sekolah. Salah satunya SMPN 4 Banjarmasin.
Kepala sekolah negeri itu, Syahrida mengaku menunggu instruksi lanjutan dari Dinas Pendidikan Banjarmasin soal rencana pembukaan sekolah tersebut.
Pada dasarnya, SMPN 4 antusias. Para pengajar pun sudah diminta bersiap. "Karena tak sedikit para wali murid protes dan keberatan dengan pembelajaran jarak jauh selama lebih enam bulan terakhir," ujarnya.
"Mereka lebih memilih anak-anaknya belajar tatap muka ketimbang harus belajar daring di rumah terus," tambahnya.
Bukan tanpa alasan, orang tua atau wali murid cukup kerepotan. Kerap kebingungan ketika menemani anaknya belajar di rumah.
Senada dengan Kepala SMPN 14 Banjarmasin, Aminsyah. Menurutnya, kabar belajar tatap muka itu amat menggembirakan peserta didik. Terutama mereka yang baru masuk tahun ajaran baru.
Mereka sudah tak sabar ingin masuk kelas. "Bagus jika tatap muka lagi. Artinya komunikasi anak didik dan pengajar bisa lebih tersampaikan dan terpahami," ujarnya.
Sebagai catatan, dia meminta pembukaan sekolah diterapkan serentak. Kalau tidak, ia khawatir bisa menimbulkan kerepotan baru.
Demi keamanan, dia menyarankan, di dalam kelas hanya boleh ada 15 murid saja. "Intinya, kami akan menyiapkan segala kebutuhannya dulu," pungkas Aminsyah.
Diwartakan sebelumnya, rapat antara Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin dan Disdik berakhir positif. Pembukaan sekolah tinggal menunggu lampu hijau dari Plt Wali Kota Banjarmasin. Tentu saja, SMP dulu yang dibuka. Sedangkan SD masih harus menunggu sampai tahun depan. (war/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin