BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun depan berencana menambah sekolah baru di Banua. Total ada lima sekolah yang akan dibangun di sejumlah daerah, terdiri dari lima SMA dan dua SMK.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Muhammad Yusuf Effendi mengatakan, pembangunan sekolah baru sebenarnya direncanakan tahun ini. Tapi karena ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, membuat rencana tersebut tertunda.
"Pada 2021, usulan pembangunan tujuh sekolah baru ini dipastikan bakal terealisasi," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.
Mengenai lokasinya, dia mengungkapkan, lima SMA baru bakal dibangun di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu.
"Sedangkan dua SMK-nya, dibangun di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Tapin," ungkapnya.
Dengan dibangunnya sekolah-sekolah di daerah, apalagi di wilayah terpencil, Yusuf berharap anak-anak semakin mudah mengakses pendidikan. "Sehingga bisa meningkatkan angka harapan lama sekolah dan angka rata-rata lama sekolah,” ucapnya.
Lanjutnya, sebelumnya sejak 2017 hingga 2019 Pemprov Kalsel juga telah membangun 9 sekolah jenjang SMA dan SMK, tersebar di berbagai daerah termasuk di kawasan pelosok.
"Kami juga sudah menambah ruang kelas baru sebanyak 172 unit. Terdiri dari penambahan ruang kelas baru di pendidikan khusus sebanyak 27 unit, SMK 35 unit dan SMA 110 unit," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMA Disdikbud Provinsi Kalsel, Muhammadun menyampaikan, Pemprov Kalsel terus bekerja membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Banua agar bisa bersaing. Baik secara nasional maupun global. “Salah satunya dengan membangun sekolah baru,” ucapnya.
Pembangunan sekolah baru sendiri, dia menyebut sesuai dengan keinginan masyarakat. “Kalau ada usulan dan memenuhi syarat, langsung kami respons dengan turun ke lapangan. Jika memang di daerah tersebut sangat memerlukan sekolah baru, segera kami bangun,” terangnya.
Untuk bisa didirikan SMAN baru, papar Madun, syarat yang pertama jumlah lulusan SMP dan Tsanawiyah di daerah tersebut sudah banyak namun tidak bisa lagi ditampung SMAN yang tersedia di sekitarnya.
“Syarat berikutnya ada lahan yang sudah dihibahkan pemerintah setempat. Kalau semuanya sudah memenuhi syarat, Insya Allah kami akan segera membangun sekolah di daerah itu,” ujar Madun.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pembina SMK Disdikbud Kalsel, Syamsuri menuturkan, pembangunan SMK bakal segera dimulai. Sebab, saat ini tinggal menyelesaikan proses administrasi pemberkasan.
"Pemberkasan lahan harus selesai dulu. Baru nanti bisa melaksanakan pembangunan SMK di dua wilayah tersebut," katanya. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin