BANJARBARU - Ratusan narapidana (napi) atau warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru harus gigit jari di Pilkada tahun ini. Mereka tak bisa mencoblos lantaran tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Kepala Lapas Banjarbaru Kelas IIB, Amico Balalembang mengatakan, total warga binaan mereka saat ini tercatat 1.696. Namun, hanya 806 orang yang masuk DPT di KPU Banjarbaru.
"Dengan begitu ada 500 lebih warga binaan yang tidak bisa mengikuti Pilkada," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.
Dia mengungkapkan, padahal semua nama napi sudah diusulkan ke KPU Banjarbaru. Namun, tetap saja banyak yang tidak masuk DPT "Ada beberapa hal yang tidak bisa dipenuhi, sehingga ratusan warga binaan tidak masuk DPT," ungkapnya.
Dibeberkannya, sebagian warga binaan tidak memenuhi persyaratan masuk DPT lantaran memiliki identitas tidak jelas atau tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjarbaru. "Selain itu, ada pula warga binaan baru yang tidak sempat dilakukan perekaman data," bebernya.
Di samping itu, Amico menjelaskan, sejumlah warga binaan juga ada yang bermasalah dengan NIK (nomor induk kependudukan). "Diperbaiki pun tidak sempat lagi. Sebab di sini banyak datang dari tempat lain atau titipan. Kalau melihat waktu, saya rasa tidak mungkin lagi," jelasnya.
Terkait teknis Pemungutan Suara di Pilkada pada 9 Desember 2020 ini, KPU Banjarbaru menyiapkan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapas Banjarbaru. Yakni TPS 024 dan 008.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS Khusus Lapas Banjarbaru, Herry Ageng menuturkan, semua persiapan sudah mereka lakukan. Tinggal menunggu logistik dari KPU Banjarbaru. "Kalau sudah datang, langsung dipasang," tuturnya.
Dia menyampaikan, ada perbedaan dalam sistem pencoblosan jika dibandingkan dengan sebelum masa pandemi. Yakni, dibatasi jumlah orang yang masuk ke area TPS.
"Setiap warga binaan hanya dipanggil 10 orang untuk masuk ke TPS secara bergantian. Dua TPS berada di lapangan tengah saling berhadapan," ucapnya.
Ihwal protokol Covid-19, Herry mengungkapkan pihaknya akan melaksanakannya secara ketat. Seperti mengecek suhu tubuh, penggunaan masker, sarung tangan dan mencuci tangan, "Petugas pun dilengkapi dengan alat pelindung diri," ungkapnya.
Sementara itu, mengenai banyaknya warga binaan di Lapas Banjarbaru yang tidak mencoblos, Ketua KPU Banjarbaru, Hegar menjelaskan bahwa penetapan DPT sudah melalui beberapa tahapan.
"Verifikasi juga dilakukan. Mulai masih DPS (daftar pemilih sementara) hingga jadi DPT," paparnya. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin