BANJARMASIN - Pemerintah pusat sudah mengirimkan 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 untuk Kalimantan Selatan. Lantas berapa kuota untuk Banjarmasin? Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui, hingga kini ia masih menunggu.
Dinkes belum memperoleh data pasti dari Pemprov Kalsel terkait kuota tersebut. "Belum ada informasi, berapa yang dijatahkan untuk Banjarmasin," ujarnya. Setidaknya, Machli sudah mengusulkan sebanyak 474.000 vaksin untuk warga Banjarmasin.
Vaksin merek Sinovac itu diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang paling rentan terpapar virus corona. Selain perawat dan dokter, Machli juga menginginkan vaksin untuk guru, aparatur sipil negara (ASN) dan anggota BPJS yang menerima bantuan sosial.
Informasi sementara, jatah vaksin mulai disalurkan pada Januari depan. Lantas, bagaimana bila ternyata ada yang menolak divaksin? Machli mengaku tak mewajibkan, tak bisa memaksa, hanya bisa mengimbau agar bersedia.
"Vaksin itu aman dan halal sehingga tidak ada alasan untuk menolak," tegas Juru Bicara Gugas COVID-19 Banjarmasin tersebut. Selain itu, pusat telah membuat dua kategori penerima vaksin. Yang mendapat gratis dan yang membayar (mandiri). "Khusus mandiri, mungkin orang yang mendaftarkan dirinya. Tapi kami belum membuka secara mandiri. Sekali lagi, masih menunggu informasi dari pemprov," tutupnya. (war/fud/ema)
Editor : izak-Indra Zakaria