BANJARBARU - Musibah banjir di Banjarbaru beberapa waktu lalu membuat sejumlah rumah warga rusak. Baik rusak kategori ringan, sedang hingga berat.
Rusaknya rumah warga ini rencananya akan diinventarisir oleh Pemko Banjarbaru. Yang mana direncanakan bahwa pihak Pemko bakal berupaya bakal menangani kerusakan rumah warga yang terdampak dengan skema program rehabilitasi.
Meski sudah dicanangkan, rupanya Pemko tak bisa ujug-ujug merealisasikan. Musabab, menurut pihak Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru selaku SKPD teknis yang menangani, mereka masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat.
"Untuk rumah rusak akibat atau dampak banjir masih menunggu informasi dari BNPB. Baik itu juklak (petunjuk pelaksanaan) maupun juknisnya," kata Kabid Permukiman Disperkim Banjarbaru, Jainah Muchran.
Diklaimnya, bahwa pihak Disperkim masih berfokus pada proses pendataan. Sembari menunggu juklak dan juknis dari pusat terbit ke daerah. "Kami sebagai tenaga teknis masih dalam pendataan sesuai kondisi lapangan," timpalnya.
Dalam rencana rehabilitasi ini, Jainah menyebut bahwa umumnya kategori kerusakan dibagi tiga. Yakni rusak ringan, sedang dan berat.
Adapun, dari data sementara yang dihimpun pihaknya Jainah mengatakan bahwa wilayah yang paling banyak mengalami kerusakan adalah di kawasan Landasan Ulin.
Jika mengacu pada data terakhir yang kemarin dibeberkan oleh pihak Disperkim melalui kelurahan se-Kota Banjarbaru. Bahwa ada rumah yang rusak berat sebanyak 45 buah. Rusak sedang ada 98 buah dan ringan 852 rumah.
"Data tersebut masih ada perubahan tetapi masih dalam proses pendataan. Terutama yang rusak ringan dan sedang," jawabnya.
Lantas apa sebetulnya pemicu rumah-rumah warga ini hingga rusak terdampak banjir? Dipaparkan Jainah, bahwa dari hasil survei mereka ke lapangan jila kerusakan didominasi dipicu oleh bahan atau material bangunan.
"Sebagian yang rusak ringan karena material dari bahan kayu yang masih terendam. Ditambah juga posisi bangunan di dataran rendah atau rawa. Jadi di anggap kedepannya akan lapuk, tapi ini masih prediksi. Tentunya pastinya beda dengan yang hancur dan tidak bisa ditempati lagi," tuntas Jainah. (rvn/bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin