Akhmad Fydayeen dilantik sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarmasin di gedung Mahligai Pancasila, (2/4) siang. Tugas berat sudah menantinya. Menghadapi ledakan kasus covid di ibu kota provinsi.
---
BANJARMASIN - Kepada Fydayeen, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA memerintahkannya untuk secepatnya menangani pandemi.
Pejabat Kementerian Dalam Negeri itu melihat, laju dan jumlah tambahan kasus positif di kota ini kian mengkhawatirkan. Buktinya, tiga rumah sakit rujukan di Banjarmasin sudah kewalahan menangani pasien corona.
"Menangani pandemi, jangan katakan tidak punya uang (anggaran). Kalau begitu, sama saja menempatkan keselamatan masyarakat di bawah kepentingan yang lain," tegas Safrizal.
Fydayeen diminta membenahi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di Banjarmasin.
Secara status, PPKM masih ada sampai 8 April nanti. Tapi fakta di lapangan, PPKM tidak terasa. Boleh dikata seremonial belaka.
Fydayeen pun menjamin akan berusaha maksimal. Karena ia juga seorang penyintas pandemi.
"Saya pernah terpapar COVID-19. Selama satu bulan saya dirawat di rumah sakit. Menggunakan oksigen 15 liter per menit. Jadi saya tahu betul bagaimana rasanya," kisahnya.
Diakuinya, masih banyak kekurangan dalam PPKM di Banjarmasin. "Sesegeranya akan dikoordinasikan bersama Forkopimda," janjinya.
Oh, ada satu lagi tugas berat untuk Fydayeen. Safrizal menitipkan pemungutan suara ulang (PSU) untuk Pilwali Banjarmasin dan Pilgub Kalsel di Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Menjadi pertanyaan, bagaimana dirinya membagi waktu pekerjaan? Mengingat Fydayeen merupakan pejabat aktif pemprov. Yakni Kepala Inspektorat Kalsel.
Dia tak tampak khawatir. Dia yakin bisa mengembannya dengan baik. "Pokoknya harus ngebut. Semuanya akan kami kebut. Saya toh sudah terbiasa lembur sampai malam. Bahkan bekerja pada hari libur," tutupnya.
Rumah Sakit Bakal Kolaps
BANJARMASIN - Anggota Tim Pakar COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin menyebutkan, pandemi pada Maret 2021 sudah melampaui kondisi terburuk pada Juni 2020 lalu.
Selama bulan kemarin, total bertambah 6.048 kasus baru di Kalsel dengan kecepatan 195 kasus per hari. Penularan tertinggi terjadi di Banjarmasin dan Banjarbaru.
Sedangkan kasus kematian sebulan terakhir mencapai 106 jiwa.
"Kombinasi kasus di kedua kota ini mencapai 50 persen dari kasus provinsi, yakni sebanyak 3.033 kasus," sebutnya, kemarin (2/4).
Ditanya penyebab, Hidayatullah menyebut mobilitas ibu-ibu rumah tangga yang kembali rajin berbelanja ke pasar tradisional maupun supermarket.
"Jika asumsi ini betul, maka klaster keluarga bisa menjadi pendorong utama ledakan kasus ini," tukasnya.
Tentu bukan cuma salah emak-emak. Klaster perkantoran akibat pergerakan pekerja juga masih menyumbang kasus.
Kembali pada data, ledakan kasus aktif bisa membuat rumah sakit kolaps. Sebab pada 31 Desember ada 909 kasus aktif, 31 Januari dengan 1.451 kasus aktif, 28 Februari dengan 1.762 kasus aktif, dan 31 Maret sudah tembus 2.874 kasus aktif.
"Turut mengancam keselamatan tenaga kesehatan kita," tutupnya. (war/at/fud)
Editor : izak-Indra Zakaria