Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Karantina Tahfiz Ramadan, Sehari Santri Setor 6 Halaman

miminradar-Radar Banjarmasin • 2021-04-24 15:22:27
BERGILIRAN: Para santri karantina tahfiz Ramadan saat menyetor hafalan Alquran. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN
BERGILIRAN: Para santri karantina tahfiz Ramadan saat menyetor hafalan Alquran. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN

Puluhan santri dari usia jenjang sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) sederajat, selesai salat Tarawih sekitar pukul 21.00 Wita berkumpul di musala Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran Raudhatul Amin Desa Gambah Dalam, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) untuk mengikuti karantina tahfiz Ramadan, Senin (19/4).

---

SEBANYAK 95 orang santri terdiri dari 65 orang yang mondok di asrama dan 30 orang tidak. Dari hari pertama puasa mengikuti karantina tahfiz Ramadan. Mulai dari jam empat dini hari sampai jam 11 malam.

“Bagi santri tidak mondok, masuk sehari sebelum puasa dan keluar nanti dua hari sebelum lebaran,” ujar Pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin, Ustad Muhammad Mukhlis Anwari.

Karantina tahfiz selama Ramadan merupakan program rutin dilakukan Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin sejak tahun 2018 lalu. “Tahun ini yang keempat kali karantina tahfiz Ramadan,” sebutnya.

 

Ustaz lulusan Universitas Al Azhar, Mesir tahun 2011 ini menceritakan, program karantina tahfiz Ramadan dimulai sekitar pukul 04.00 Wita, dari bangun tidur. Kemudian sahur bersama di halaman terbuka di samping musala Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin. Dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah. “Sebelum sahur bersama santri diimbau salat tahajud,” katanya.

Selesai salat Subuh berjamaah, para santri sudah menyiapkan hafalannya usai salat tarawih langsung menyetorkan kepada lima orang ustaz dibantu empat orang santri senior.

“Hafalan disetorkan kepada sembilan orang ustad dan santri senior paling sedikit satu halaman Alquran,” cerita Ustad yang memiliki satu orang anak perempuan ini.

Usai menyelesaikan hafalan sekitar satu jam setengah. Para santri dipersilakan istirahat untuk mandi sampai mencuci pakaian. Setelah satu jam, para santri kembali harus menyiapkan hapalannya. “Setelah siap, semua santri setor lagi satu halaman Alquran,” jelasnya.

Setor hafalan para santri di waktu siang hari berakhir saat masuk waktu salat Zuhur berjamaah. Setelahnya para santri diberikan waktu istirahat sekitar dua jam.

“Setelah salat Ashar, para santri kembali menyiapkan hafalan dan setor satu halaman lagi,” rinci Ustad Mukhlis.

Sebelum menunggu berbuka puasa bersama. Para santri kembali menyiapkan hafalannya dan akan disetorkan usai salat tarawih.

“Berbuka puasa bersama di musala makan takjil dulu. Setelat salat Magrib berjamaah baru makan besar,” sebut Ustad Mukhlis.

Selesai makan, para santri menunggu salat Isya dan tarawih. Memasuki waktu salat, bagi para santri senior, ada menjadi imam salat tarawih di musala sampai masjid di sekitar Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin.

“Delapan santri jadi imam di musala dan dua orang lagi di masjid,” ucap Ustaz yang mulai belajar di Universitas Al Azhar, Mesir dari tahun 2004 ini.

Para santri selesai salat tarawih dan menjadi imam, kembali menyiapkan hafalan dan menyetor satu halaman Alquran lagi.

“Jadi sehari bisa para santri dapat menghafal enam halaman Alquran. Selama karantina Ramadan bisa menghafal 10 juz Alquran,” kata Ustad Mukhlis.

Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin di Desa Gambah Dalam, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS dibangun 6 April tahun 2012 ditanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Awal Ponpes diresmikan di bulan September tahun 2012, santrinya hanya enam orang utusan dari Kecamatan Kandangan, Daha Selatan dan Daha Barat.

“Sekarang santri Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin sudah dari 11 Kecamatan se-Kabupaten HSS,” sebutnya.

Di Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin yang mengajarkan semua ilmu agama mulai dari tahfiz, tauhid, akhlaq, fiqih sampai kaligrafi ini sudah berhasil mewisuda sebanyak 65 orang santri.

“Dalam setahun antara 10 sampai 15 orang berhasil di wisuda. Pelaksanaan wisuda santri di bulan April atau Oktober,” kata Ustad Mukhlis.

Di hari biasa, para santri menghafal Alquran setelah salat Dzuhur sampai Ashar. Dilanjutkan setelah salat Isya dan Subuh.

“Hari biasa menghafal Alquran hanya dua kali saja. pagi harinya hanya mengulang hafalan setelah salat Subuh,” ucap Ustad Mukhlis.

Bagi para santri dari keluarga tidak mampu, belajar di Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin tidak dipungut biaya atau gratis, karena dibantu Pemkab melalui bagian kesejahteraan rakyat (Kesra). Mulai dari menyediakan uang makan untuk 40 orang santri, gaji lima ustaz pengajar, petugas kebersihan sampai pembayaran rekening listrik dan PDAM.

Sedangkan bagi santri dari keluarga mampu, membayar uang perbulannya sekitar Rp250 ribu saja dan tidak membayar apa-apa lagi. “Pembiayaan Ponpes juga mendapatkan bantuan dari para derwamawan atau donator,” tutur Ustaz Mukhlis.

Tak semua warga dapat menjadi santri Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin. Saat mendaftar menjadi santri di bulan April sampai Juni harus di tes membaca Alquran, wawancara kenapa memilih Ponpes setempat dan harus berusia 12 tahun atau lulus jenjang SD sederajat sampai SMA sederajat. Jika diterima menjadi santri wajib tinggal di asrama sudah disediakan.

“Dibawah umur 12 tahun atau belum lulus jenjang SD atau diatas 18 tahun tidak diterima,” katanya.
Para santri dapat menuntut ilmu di Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul Amin minimal tiga tahun sampai enam tahun. Jika selesai belajar, akan mendapatkan tiga jenis paket ijazah.

“Mulai dari ijazah selesai dari Ponpes, ijazah paket B setara SMP dan ijazah paket C setara SMA, serta ijazah tahfiz,” sebut Ustad Mukhlis.

Sejak berdiri sembilan tahun lalu, Ponpes Tahfidzul Quran Raudhatul yang dipimpin Ustaz Zulkifli Al Hafiz ini sukses menjadikan santrinya mewakili Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke XXVIII, dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat tahun 2020 tadi.

“Mulai dari cabang Tahfiz 10 dan 20 juz, serta cabang Syarhil Quran,” tutupnya. (shn/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Liputan Khas Ramadan #Feature Religi