BANJARMASIN - Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto memprediksi jumlah pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP tahun ajaran 2021/2022 cenderung menurun.
Ada sejumlah faktor yang membuat hal itu bisa terjadi. Faktor pertama, menandakan bahwa program Keluarga Berencana (KB) dari pemerintah cenderung berhasil.
Faktor kedua, adanya kecenderungan orang tua yang memilih mendaftarkan anaknya di sekolah keagamaan. Misalnya pondok pesantren atau madrasah swasta.
"Melihat kondisi seperti ini, saya memprediksi kuota PPDB tahun ini tidak akan terpenuhi," bebernya,(28/6) di Balai Kota.
Seperti diketahui, PPDB jalur afirmasi dan prestasi sudah selesai. Untuk jalur afirmasi, kuota yang disediakan sebanyak 1.137 siswa. Tapi yang terisi hanya 1.068 pendaftar. Artinya, masih ada sisa kuota sebanyak 69 siswa.
Sedangkan untuk jalur prestasi, kuota yang disediakan yakni untuk prestasi akademik berjumlah 527 siswa. Yang terisi sebanyak 448 pendaftar.
Paling mencolok pada prestasi non akademik. Kuota yang tersedia berjumlah 422 siswa, tapi yang terisi hanya berjumlah 82 pendaftar.
Artinya, dari kuota prestasi akademik yang tersisa berjumlah 79 siswa. Sementara kuota prestasi non akademik yang tersisa berjumlah 340 siswa.
Bila ditotal secara keseluruhan, baik sisa kuota dari jalur afirmasi dan prestasi tersisa 488 siswa.
Terpisah, Kepala Bidang SMP di Disdik Banjarmasin, Sahnan menambahkan, sisa kuota akan dialihkan untuk siswa yang ingin mendaftar lewat jalur zonasi.
Seperti yang diketahui, PPDB untuk jalur zonasi mulai digelar kemarin (28/6). Berbarengan dengan jalur perpindahan orang tua.
Kuota yang disediakan untuk jalur zonasi, minimal 50 persen dari total yang disediakan masing-masing sekolah. Sedangkan untuk kuota perpindahan orang tua, disediakan maksimal sebanyak 5 persen.
Pantauan Radar Banjarmasin, misalkan di SMPN 7 Banjarmasin di Jalan Veteran, PPDB untuk jalur zonasi dan perpindahan orang tua berjalan cukup lancar.
Meskipun, untuk PPDB jalur perpindahan orang tua, masih harus secara offline. Alias langsung datang ke sekolah.
Ya, berdasarkan petunjuk teknis yang dikeluarkan Disdik, pendaftaran yang digelar secara offline hanya untuk jalur perpindahan orang tua. Alasannya karena membawa sejumlah berkas persyaratan yang mesti diverifikasi.
Salah satu orang tua pendaftar adalah Mawar. Perempuan 44 tahun itu asal Kabupaten Tapin. Dia mengaku sudah menyiapkan persyaratan PPDB jalur perpindahan orang tua.
Yakni berupa surat pindah pekerjaan, nilai rapor lima semester terakhir, Kartu Keluarga (KK), ijazah sementara serta surat tanda kelulusan.
"Karena offline, jadi harus datang langsung. Semoga saja anak saya bisa diterima di sini," harapnya.
Sementara itu, Wakasek Bidang Kesiswaan di SMPN 7 Banjarmasin, Syamsudin mengklaim pelaksanaan PPDB di sekolahnya berjalan lancar.
Tidak ditemui kendala berarti pada hari pertama pendaftaran kemarin (28/6). "Untuk jalur perpindahan orang tua, kami menyediakan kuota 5 persen. Sedangkan jalur zonasi mencapai 60 persen," tutupnya. (war/fud/ema)