BANJARBARU - Dibangun sejak 2018, tower Air Traffic Controller (ATC) milik AirNav Indonesia di Bandara Internasional Syamsudin Noor hingga kini belum rampung. Pembangunannya ditargetkan selesai pada tahun ini.
Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi mengatakan, pembangunan tower ATC di Banjarbaru itu ada dua tahap. Yaitu tahap fisik bangunan dan tahap pemenuhan peralatan.
"Tahap fisik bangunan sudah selesai. Sekarang tinggal menyelesaikan tahap kedua," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.
Dia mengungkapkan, progres proyek pembangunan tower tahap kedua sebenarnya sudah 80 persen. Namun, lantaran kondisi keuangan perusahaan sulit di tengah pandemi sehingga progresnya sedikit terhambat.
Akan tetapi, Rosedi menyampaikan, rencananya pada awal September 2021 proyek akan mulai dikerjakan kembali dan diharapkan akhir September sudah selesai.
"Rencananya tahun ini juga bisa beroperasi. Tapi, setelah pembangunan selesai harus melewati uji layak dari Kementerian Perhubungan. Kalau sudah lulus, baru kita ujicoba," ucapnya.
Sembari menunggu tower yang baru rampung, dia menuturkan, saat ini AirNav Banjarmasin masih menggunakan bangunan dan fasilitas tower yang lama.
Dikatakannya, pada dasarnya secara fungsi dan peralatan yang digunakan di tower lama masih dapat melayani pemanduan lalu lintas penerbangan sampai saat ini. "Karena AirNav Indonesia selalu memodernisasi peralataan dan teknologi yang digunakan," ujarnya.
Namun karena adanya master plan terminal Bandara Internasional Syamsudin Noor yang baru dan untuk menyesuaikan bangunan yang ada, maka menurut Rosedi, AirNav Indonesia tidak ketinggalan membangun tower baru dengan bentuk dan fungsi yang futuristik serta lebih modern lagi.
Tower baru sendiri kata dia memiliki beberapa keunggulan dibanding tower lama. Salah satunya, posisi tower baru sejajar dengan tengah runway (RWY), sehingga pandangan petugas controller ke RWY 10 dan RWY 28 seimbang.
"Karena tower yang lama posisinya sejajar dengan beginning RWY 10, sehingga pandangan ke RWY 28 lebih sulit dikarenakan jarak yang lebih jauh," katanya.
Selain itu, dia menuturkan, desain tower baru lebih menyatu dengan terminal baru. Serta, lebih tinggi dari tower lama sehingga penglihatan ke daerah pergerakan (runway, taxiway, dan apron) jauh lebih baik.
"Khususnya penglihatan ke Apron utama, karena lebih dekat dan penghalang (obstacle) lebih clear. Di mana tower lama posisinya lebih jauh dan terhalang pepohonan dan gedung VIP di area TNI AU," tuturnya.
Untuk aspek keamanan, di tower baru juga menurutnya lebih terjamin. Karena berada dalam wilayah kerja bandara dan melewati akses jalan bandara yang pastinya sudah dijaga oleh sekuriti bandara.
"Sedangkan tower lama tidak ada pengamanan khusus, karena terminal lama sudah tidak difungsikan lagi sehingga terkesan posisi terpencil (sepi)," ujarnya.
Kemudian, ruang kabin tower baru juga lebih luas dan elegan sehingga kenyamanan kerja petugas lebih baik.
"Peralatan komunikasi maupun peralatan yang lainnnya juga lebih modern untuk membantu petugas controller dalam menjamin keselamatan penerbangan," beber Rosedi.
Sebelumnya, Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait juga mengatakan, pembangunan tower baru mereka lakukan lantaran tower yang lama usianya sudah tua. Sehingga, sudah waktunya untuk dimodernisasi. "Tower lama usianya sudah cukup tua. Sebab, sudah ada sejak 1971. Sehingga, kami lakukan modernisasi," ungkapnya.
Selain bangunannya yang sudah tua, Yohanes menyampaikan, fasilitas di tower lama juga kurang mendukung lantaran tidak dilengkapi lift dan jalur evakuasi. "Kasihan kalau nanti ada petugas yang hamil, harus naik tangga setinggi ini. Selain itu, kalau ada apa-apa tidak ada jalur lain untuk turun tower karena jalan cuma ada satu," ucapnya.
Namun untuk layanan lalu lintas penerbangan, dia memastikan tower ATC yang lama masih bisa melayani secara maksimal. Baik dari segi operasi maupun safety. "Layanan tower lama masih bisa maksimal karena area yang dilayani, yakni runaway posisinya tidak berubah," ujarnya.
Tinggi tower yang baru sendiri mencapai 44 meter. Dua kali lipat dari tower lama yang hanya 18 meter. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin