Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ribuan Napi Siap Divaksin, tapi Terkendala Stok

miminradar-Radar Banjarmasin • 2021-08-27 01:19:45
Photo
Photo

BANJARBARU - Ribuan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banjarbaru direncanakan akan disuntik vaksin. Hal ini menyusul bahwa lingkungan Lapas juga salah satu yang rawan terjadi klaster penularan.

Saat ini, pihak Lapas Banjarbaru sebetulnya sudah menyiapkan narapidana calon penerima vaksin. Hanya saja, kendalanya disebutkan ada pada stok atau dosis vaksin yang tersedia di daerah domisili.

"Kita sudah menyiapkan ada sekitar 1600 WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) yang siap divaksin. Kesiapan ini dari hal persyaratan administrasi yakni mereka mempunyai NIK," kata Kasi Binadik Lapas Banjarbaru, Septyawan Kuspriyo kemarin.

Lapas sendiri kata Septa telah mengajukan kepada pihak Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru. Namun disebutnya bahwa memang vaksinasi kepada narapidana terkendala pada stok vaksin yang tersedia.

"Secara berkas sudah kita ajukan suratnya kepada Dinkes Banjarbaru beberapa waktu lalu. Nah informasi terakhir statusnya masih menunggu karena memang stok yang ada masih kosong," tambahnya.

Karena hal inilah, maka saat ini Lapas kata Septa masih menunggu perkembangan terkait pasokan vaksin. Sebab diakuinya juga bahwa memang saat ini distribusi vaksin juga masih terbatas.

"Jika berkaca di Lapas atau UPT lain memang sudah ada WBP yang divaksin, semisal di Banjarmasin. Tapi ini juga sesuai dengan stok vaksin di wilayah tersebut, nah untuk Banjarbaru stoknya terbatas," cerita Septa.

Ia sendiri berharap agar dalam waktu dekat ada kegiatan vaksinasi untuk narapidana di Lapas Banjarbaru. "Mungkin secara bertahap bisa, semisal 20 orang dulu, bertahap,” ujarnya.

Jika mengacu pada jumlah narapidana yang kini mendekam Lapas Banjarbaru. Septa menyebut bahwa sebagian memang tidak memenuhi untuk divaksin, khususnya dalam syarat administrasi awal.

"Total WBP kita di sini ada 1883 orang. Nah tidak semuanya bisa, karena ada yang tidak punya NIK, sedangkan syaratnya adalah harus punya NIK. Jadi kita terus melakukan pendataan lagi," katanya.

Kemudian, meski ada narapidana secara syarat administrasi sudah memenuhi. Calon penerima ini jelas Septa tak bisa serta merta langsung divaksin hanya karena mempunyai NIK.

"Ada syarat-syarat lainnya di luar administrasi tadi, misalnya apakah ada riwayat penyakit tertentu ataupun juga yang bersangkutan bersedia atau tidak. Tapi bersyukur, sejauh ini WBP rata-rata bersedia jika divaksin," tuntasnya.
Adapun, ditambahkan oleh Kasubsi RegBimkemas Lapas Banjarbaru, Yusuf Arifandi bahwa saat ini kebijakan di Lapas Banjarbaru masih sangat ketat dan berorientasi pada penerapan protokol kesehatan.

Misalnya jelas Yusuf bahwa layanan besuk masih tidak diberlakukan. Sehingga kerabat atau keluarga yang ingin membesuk hanya bisa mengantarkan atau bertitip kepada petugas.

"Untuk komunikasi antara pembesuk dan WBP kita menyediakan layanan telepon dan juga video call. Di sini ada beberapa komputer yang bisa digunakan untuk layanan ini," pungkasnya. (rvn/mat/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona