MARTAPURA - Hujan deras disertai angin kencang, kemarin (11/11) sore membuat sejumlah daerah di Kalimantan Selatan tergenang banjir. Pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik.
Di Kabupaten Banjar misalnya, akibat hujan deras disertai angin kencang, pohon berukuran besar di Jalan A Yani, Km 40 atau tepat di depan Pasar Batuah Martapura tumbang, sekitar pukul 17.15 Wita.
Lalu lintas sempat terganggu karena pohon yang tumbang menutupi sebagian besar badan jalan. Tim Damkar Banjar dibantu para relawan lainnya langsung turun untuk menyingkirkan pohon menggunakan gergaji mesin.
Tak hanya itu, sebagian relawan juga mengatur arus lalu lintas di simpang empat lampu merah di depan Pasar Batuah sembari menunggu kedatangan polisi lalu lintas.
Salah seorang warga sekitar, Sairi mengatakan, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. "Alhamdulillah, kebetulan tidak ada yang melintas ketika pohon tumbang," katanya.
Selain pohon tumbang, di Kabupaten Banjar juga ada beberapa lokasi yang tergenang akibat hujan deras. Salah satunya di Jln Pintu Air, Kelurahan Tanjung Rema Darat. Ketinggian air di lokasi ini mencapai lutut orang dewasa.
Syaukani, warga sekitar mengatakan di Jln Pintu Air setiap hujan deras memang selalu tergenang. "Tapi kali ini lumayan parah,"katanya.
Dia berharap agar pemerintah bisa cepat menangani masalah banjir di daerahnya tersebut. "Karena kasihan banyak lapak pedagang yang ikut terendam," ujarnya.
Beralih ke Kota Banjarbaru, kejadian pohon tumbang juga terjadi di daerah ini. Tepatnya di Jalan A Yani Km 33, berdekatan dengan jembatan kembar.
Selain itu, genangan juga terjadi di beberapa titik. Salah satunya di Jalan Soeratno, Kelurahan Guntung Payung. Bahkan, air dari luapan Sungai Kemuning itu memasuki halaman rumah warga hingga ke jalan.
Banyaknya kejadian akibat hujan deras, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru Zaini Syahranie mengatakan, personel langsung mereka kerahkan ke sejumlah titik yang rawan. "Personel terbagi, tiap timnya berjumlah 7 orang. Ada yang di Kemuning, Cempaka, dan Jalan Soeratno," ujarnya.
Beruntung kata dia, kondisi di wilayah rawan banjir di Kota Banjarbaru masih aman. "Sementara masih aman, baik di Cempaka, Liang Anggang, Kemuning, serta wilayah lainnya," katanya.
Lalu bagaimana hujan deras disertai angin kencang bisa terjadi? Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Uli Mahanani menjelaskan, hal itu karena dipengaruhi oleh tekanan rendah yang terpantau di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera dan sirkulasi siklonik Semenanjung Malaysia.
Dia menyebut, dua fenomena alam itu membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.
Lanjutnya, selain itu kelembaban udara yang cukup tinggi serta tingkat labilitas lokal yang kuat di Kalimantan Selatan juga berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.
"Bagi masyarakat diimbau agar berhati-hati terhadap dampak hujan yang dapat menyebabkan jalanan licin dan tergenang, serta pohon tumbang dan sambaran petir," ujar Uli.
Dia mengungkapkan, hujan disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Kotabaru hingga beberapa hari ke depan.
Sedangkan kemarin kata Uli, hujan deras terjadi di Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut, Batola, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Banjarmasin. (ris/by/ran)
EFEK LA NINA DI INDONESIA
Bulan dengan Curah Hujan Tinggi: November, Desember, Januari, Februari
Potensi Bencana: Banjir, Banjir Bandang, Banjir Rob, Longsor, Angin Kencang, Puting Beliung,
Wilayah yang Perlu Waspada: Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Selatan
Daerah dengan curah hujan tinggi: Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut, Batola, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Banjarmasin.
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin