Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedy mengatakan, ada beberapa pertimbangan pemerintah melarang mudik lebaran tahun ini. Berdasarkan paparan Kemenhub, disebutkan bahwa Indonesia mengalami lonjakan kasus pada tiga libur nasional.
“Belajar dari pengalaman sebelumnya, menjadi pertimbangan pemerintah meniadakan mudik lebaran tahun ini, seperti yang terlihat pada data saat libur Idulfitri tahun lalu, terjadi kenaikan kasus Covid-19,” katanya, kemarin.
Kenaikan kasus Covid-19 saat libur kalender nasional tidak hanya terjadi skala nasional saja, melainkan juga terjadi dan terbukti melalui data Persatuan Ahli Epidemologi Indonesia (PAEI) Kalteng. Lonjakan kasus Covid-19 di Bumi Tambun Bungai ini dominan terjadi usai liburan panjang.
“Paling terakhir setelah libur panjang Desember 2020, jelas terlihat kenaikan kasus, jika tidak salah dua kali kenaikan kasus akibat libur panjang, terbukti dari hasil tracking bahwa yang terpapar itu rata-rata sebelumnya melakukan perjalanan ke luar daerah,” kata Ketua PAEI Kalteng Rini Fortina.
Beberapa waktu terakhir ini dilaksanakan PPKM skala mikro. Hasil dari penerapan PPKM ini menunjukkan terjadi penurunan kasus Covid-19, meski sedikit.
“Kami dari pihak yang menyediakan data-data Covid-19 senang melihat penurunan kasus Covid-19 selama pemberlakuan PPKM,” ucapnya.
Penurunan ini, lanjut dia, merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah dengan masyarakat.
“Jangan rusak penurunan ini dengan mudik, jika memaksa mudik kemudian kasus naik lagi, lantas bagaimana?” ucapnya.
Selain pertimbangan itu, larangan mudik lebaran juga dalam rangka menurunkan risiko terpaparnya Covid-19 kepada kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan masyarakat dengan penyakit penyerta (komorbit). Yang lansia juga sebaiknya dipisah dengan keluarga usia muda, karena tingkat kekebalan tubuh terhadap virus lebih rendah.
“Setiap pelaku perjalanan sebaiknya melakukan isolasi mandiri dahulu sebelum berkontak dengan keluarga, sebagaimana anjuran atau imbauan gubernur” pungkasnya. (kaltengpos)
Editor : izak-Indra Zakaria