SANGATTA - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat kunjungan komunitas pengrajin batik Kutai Timur, dalam rangka berkonsultasi sebagai upaya pengembangan, membangun dan membangkitkan komunitas pembatik daerah.
Ditemui langsung oleh Kadis Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ekonomi Kreatif Darsafani dan didampingi Kabid UMKM Suwandi, Kabid Kelembagaan Koperasi Firman Wahyudi dan Kabid Usaha Koperasi Wenadianto.
Adapun para komunitas yang berkunjung diantaranya, Risno Hasan Sanjoyo pembatik paku Sangatta Utara, Masniar pembatik telapak tangan Sangatta Utara dan M Ali Pembatik Daun singkong, Wakaroros, Sawit dari Kecamatan Rantau Pulung.
Darsafani mengungkapkan para komunitas pembatik ini mengalami kendala pemasaran, sehingga pihaknya menyarankan agar membangun sebuah koperasi untuk mewadahi para pembatik agar mudah dalam melakukan pemasaran.
Dirinya pun meminta jika menghadapi permasalahan bisa dibantu oleh Dinas Koperasi, yang nantinya bisa menjadi perhatian pemerintah daerah
“Kami berharap pembatik lokal ini dikembangkan melalui teknologi digital dalam pemasarannya, mengingat dimasa pandemi cara ini lebih efektif, dan lebih mudah dalam memasarkannya,” ujar Darsafani.
Darsafani juga akan meminta arahan bupati, bagaimana para komunitas pembatik bisa memasarkan karyanya di kalangan Pemkab Kutim agar batik lokal bisa memiliki pangsa pasar tersendiri.
Sementara itu Masniar Ketua komunitas pembatik Kutim berharap bisa mengangkat batik-batik Kutim, agar lebih dikenal dengan mempromosikan supaya bisa mendapat perhatian.
“Pada dasarnya kami mampu menyediakan pesanan, namun kami juga meminta agar jangan memesan batik dari pembatik luar Kutim,” ungkap Masniar.
Dengan berkunjung ke Dinas Koperasi dan UKM para pembatik berharap ada bantuan modal usaha untuk para pembatik di Kutim agar bisa terus eksis.
“Modal kami ini kan sangat terbatas, sedangkan untuk membayar gaji karyawan, kami harus menunggu batik laku dulu, dan berbagai upaya pemasaran juga sudah kami lakukan, baik melalui media sosial maupun koprasi," pungkasnya. (*/la/adv/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan