Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Srikadi Modern PT PLN (Persero) UPT Kaltimra

Wawan-Wawan Lastiawan • 2021-12-20 22:00:38
Photo
Photo

Tenaga teknik elektro dalam pembangunan proyek ketenagalistrikan seringkali diidentikkan dengan kaum pria. Namun tidak dengan Dinar Mayangsari yang mendobrak stereotipe gender tersebut. 

PEKERJAAN yang menggambarkan fisik yang tangguh dan mental sekuat baja ini memang umumnya digandrungi oleh laki-laki. Betapa tidak, berbagai tantangan mulai dari cuaca, geografis hingga sosial harus dihadapi demi menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri.  

Dinar Mayangsari, ibu dua anak asal Jogjakarta, menjawab bahwa wanita pun bisa.

Ia mengawali karir di PT PLN (Persero) UPT kalimantan Timur dan Utara pada tahun 2011.

Salah satu lulusan terbaik Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada Jogjakarta tahun 2010 ini merupakan salah satu Srikandi Modern di PLN UPT Kaltimra. 

Dinar paham betul membagi waktu antara tugas menerangi dan menjaga jaringan listrik Kaltimra dan peran sebagi istri maupun ibu bagi kedua buah hatinya.

Dia adalah satu dari sekian banyak Kartini PLN yang berkarya menembus batas demi menghadirkan listrik ke seluruh pelosok negeri.

Pada saat ini wanita kelahiran 09 November 1988 ini memegang amanah sebagai Supervisor Logistik di PLN UPT Kaltimra, selain itu beberapa sertifikat kompetensi dan keahlian telah dipegang olehnya.

Selain kondisi medan yang ekstrem, ia juga seringkali berhadapan dengan tantangan cuaca. Kehujanan dan kedinginan di tengah hutan sudah menjadi hal biasa baginya.

“Saya tidak pernah menyangka bekerja di PLN dan langsung meninjau lokasi di medan berat. Namun, ternyata saya menikmati pekerjaan ini. Awalnya memang kaget dan takut, tapi setelah itu biasa. Yang pasti, saya dan teman-teman senang. Kerja keras tim bisa dirasakan warga dan listrik bisa sampai ke pelosok. Kami puas dan bangga bisa ikut serta membangun Kaltim dan Indonesia agar lebih maju dan berkembang,” terangnya.

Selain itu, ia pun sangat peduli denga keluarga kecilnya. Meski bekerja dengan banyak tantangan, namun untuk mengasuh dan membesarkan anak juga menjadi pioritasnya.

“Perempuan merupakan Ibu Bangsa, yang turut melahirkan, merawat dan mendidik bangsa melalui generasi yang dilahirkannya maupun peran-peran aktifnya dalam pergerakan nasional dan pembangunan. Atas pentingnya peran perempuan inilah, perempuan harus terdidik, berdaya dan setara kedudukannya,” jelasnya.

Tanggung jawab di pekerjaan dan dirumah harus ia selaraskan. Peran ibu tidak hanya dirumah saja namun diluar pun juga penting. Membagi waktu bersama keluarga adalah suatu kewajiban.

“Adaptasi tentu harus tercipta. Di awal memang terasa sulit, namun berjalannya waktu saya bisa membaginya dengan baik. Saya harap, ibu-ibu lain yang bekerja juga tidak lupa pentingnya merawat dan mendidik anak,” pungkasnya.(aji)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#Advertorial