PENAJAM- Hadir dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Selasa (28/11). Kegiatan GNPIP juga dirangkai dengan gerakan panen cabe bersama yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian PPU. Bekerjasama dengan Kelompok Tani (Poktan) Harapan Baru Desa Giri Purwa (Penajam), Kodim 0913, Polres hingga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan didukung oleh Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur (Kaltim).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunanan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) Nicko Herlambang mengatakan, kebutuhan pangan di PPU ke depan akan semakin meningkat seiring perpindahan Ibu Kota Negara (IKN).
“Untuk di PPU sendiri, berimbas pada pertumbuhan ekonomi yang pesat hingga mencapai 14,7 persen,” kata Nicko, sapaan akrab Nicko Herlambang.
Bukan hanya PPU, Balikpapan juga memperoleh imbas pembangunan IKN karena telah terjadi peningkatan hunian hotel yang diharapkan mampu menjadi peluang besar bagi PPU.
“Kegiatan ini adalah bagian dari peluang dalam menyediakan pangan yang sampai saat ini masih dipenuhi dari luar Kaltim seperti Sulawesi dan Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, Selain itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia cabang Kaltim R Bambang Setyo Pambudi menyampaikan, bahwa gerakan panen cebe ini bagian dari salah satu bukti nyata BI berkolaborasi dengan petani, Kelompok tani, pemerintah daerah serta semua pihak yang berkopenten dalam pengendalian inflasi.
“Suport yang kami lakukan melalui pendekatan komoditas penyumbang inflasi serta teknologi pendukung dalam peningkatan komoditas, sehingga keberadaan pasokan akan menjadi stabil dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” sambungnya. (kim/pro/adv)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan