TANA PASER – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daera (Bappeda) Paser melakukan hal yang tidak biasa dalam melakukan percepatan pembangunan Kabupaten Paser, yakni dengan menggelar kegiatan Pra Musrenbang.
Kepala Bappeda Paser Muksin menyampaikan, dalam pra musrenbang merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Paser.
"Dengan kegiatan ini, kami berharap pelaksanaan musrenbang tingkat kecamatan bisa lebih efektif dan bukan sekadar pelaksanaan seremonial semata," ucap Muksin.
Disebutkan Muksin, kegiatan dilaksanakan di Pendopo Bupati Paser, Kamis (24/1) lalu. Pra musrenang dihadiri oleh lima camat se-Kabupaten Paser dan perwakilan poerangkat desa dari lima kecamatan.
"Seringkali daftar kegiatan yang diusulkan berulang, artinya kegiatan yang telah diusulkan di tahun lalu kembali dimunculkan di tahun berikutnya. Untuk kedepannya hal semacam ini tidak lagi terulang, dengan pra Musrenbang seluruh perangkat desa akan diberikan pedoman untuk menyusun rencana pembangunan di desa, " beber Muksin, Jumat (25/1).
Disebutkan Muksin, pedoman tersebut bisa digunakan untuk membantu perangkat desa untuk menyusun perencanaan pembangunan, sehingga usulan yang disampaikan nanti benar-benar dapat menyentuh masyarakat.
Ada tiga program yang telah di siapkan yaitu peningkatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan program peningkatan sumber daya masyarakat.
"Dengan tiga program ini perangkat desa bisa fokus pada pelaksanaan perencanaan pembangunan dan segera diusulkan, dimana pembangunan tentu tidak dapat lepas dari kondisi APBD. Saat ini, APBD Paser mencapai Rp 2,3 Triliun lebih dan jika di kurangi belanja perangkat daerah masih ada sekita 600 miliar untuk pembangunan di daerah, " jelasnya.
Dibeberkan Muksin, ada empat metode pendekatan dalam pelaksanaan pembangunan, pendekatan pertama pendekatan politik, pendekatan partisipatif, pendekatan fenogratif, dan pendekatan Top And Down, dengan harapan pelaksanaan kegiatan tersebut dapat membantu percepatan pembangunan desa. (ian/rus)
Editor : amir-Amir KP