BALIKPAPAN - Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ialah Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) yang dijalankan di sekolah-sekolah dengan anak didik beserta lingkungan hidupnya sebagai sasaran utama.
Hal ini untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat dan menghasilkan derajat kesehatan yang optimal dan sekaligus meningkatkan prestasi belajar anak sekolah.
Salah satunya Puskesmas Karang Rejo yang menggelar pertemuan UKS bagi seluruh guru UKS mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA di aula Kelurahan Karang Rejo, Rabu (6/3).
Dalam hal ini puskesmas membahas mengenai program-program puskesmas yang akan berjalan di tahun 2019 dengan menyasar anak sekolah. Juga membahas mengenai pengaruh perkembangan teknologi Gadget terhadap kesehatan fisik, mental dan emosi pada anak.
"Karena anak sekolah sangat berpengaruh dengan adanya gadget," kata Penanggung Jawab UKS Puskesmas Karang Rejo Nur Yasni kepada Balikpapan Pos, Jum'at (8/3).
Menurutnya kecanduan gadget dapat mempengaruhi perkembangan otak anak karena produksi hormon dopamine yang berlebihan menganggu kematangan fungsi prefrontal korteks yaitu mengontrol emosi, kontrol diri, tanggung jawab, pengambilan keputusan dan nilai-nilai moral lainnya.
"Kecanduan gadget dapat menimbulkan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas," ujar Nur Yasni.
Sekarang ini pengguna gadget tidak hanya berasal dari kalangan pekerja. Tetapi hampir semua kalangan termasuk anak dan balita sudah memanfaatkan gadget dalam aktivitas yang mereka lakukan setiap hari. Hampir setiap hari orang menghabiskan waktu dengan bermain gadget.
"Jadi sarannya untuk orang tua, jangan terlalu berlebihan dalam memberikan gadget pada anak apalagi anak masih dalam pertumbuhan," ucap Nur panggilan akrabnya.
Banyak sekali orang tua yang beranggapan gadget mampu menjadi teman bermain yang aman dan mudah dalam pengawasan. Sehingga peran orang tua sekarang sudah tergantikan oleh gadget yang seharusnya menjadi teman bermain.
"Padahal perlu diketahui bahwa periode perkembangan anak yang sangat sensitif adalah saat usia 1-5 tahun, Maka itu jangan pernah dianggap remeh saat anak masuk masa pertumbuhan" sambungnya.
Kepala Puskesmas Karang Rejo dr Nuraini menambahkan, sedangkan untuk program puskesmas yang akan berjalan di tahun 2019 membahas mengenai kegiatan puskesmas yang melibatkan pihak sekolah seperti penjaringan anak sekolah, pengukuran berat badan, tinggi badan, gizi, imunisasi (untuk anak SD), dan sekolah sehat.
"Program ini akan berjalan di tahun ajaran baru tahun 2019, yang mana sekolah menerima murid baru," imbuh Nuraini.
Selain itu, puskesmas juga akan ada pemberian penambahan darah untuk remaja SMP dan SMA, khususnya pada perempuan. Karena perempuan lebih banyak membutuhkan darah.
"Ia karena kan setiap bulannya perempuan telah mengeluarkan darah, sehingga kami akan berikan penambahan darah," tutupnya. (may/san)
Editor : adminbp-Admin Balpos