BALIKPAPAN - Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP serta Ketua RT 2 mengamankan seorang pria di kawasan Jalan Sultan Alaudin RT 2 Mekar Sari yang bernama Slamet (40). Penangkapan dilakukan lantaran membuat orangtuanya takut dan membuat warga sekitar resah akibat ulahnya yang belakangan ini sering ngamuk.
Lurah Mekar Sari, Mustamin mengatakan penangkapan dilakukan pada Jum'at (21/6) kemarin. Sebelum diamankan, pihak kelurahan mendapatkan laporan orangtua Slamet karena sudah meresahkan. Tak perlu waktu lama, Slamet langsung diamankan dan di bawa ke tempat rehabilitasi gangguan jiwa.
"Saat ditemukan orang gila tersebut berada di rumahnya dan masih dalam keadaan yang normal, sehingga saat pengamanan tidak sulit hanya saja pintar membujuknya," kata Mustamin saat berada dilokasi kejadian.
Mustamin mengatakan, warga sempat kaget dan panik. Ia mengatakan penangkapan perlu karena warga khawatir Slamet tersebut mengganggu keamanan dan ketenangan warga sekitar. Apalagi diketahui akhir-akhir ini Slamet sering kali membawa senjata tajam (sajam) berupa pisau yang disodorkan ke orang lain.
"Mungkin dengan adanya penanganan ini Slamet bisa kembali normal dan berkumpul dengan keluarganya," ucap Mustamin.
Sedangkan Agus Tandi, Ketua RT 2 Mekar Sari menjelaskan, untuk kondisi Slamet sendiri dilihat seperti orang normal saja. Namun akhir-akhir ini tensinya lebih sering mengganggu, terutama orang yang tinggal satu rumah. Apalagi diketahui tiga hari belakangan ini Slamet sering membawa sajam dan mengancam orangtuanya. Malah ingin membakar rumah.
"Sebagai bentuk antisipasi kejadian semua itu, akhirnya orangtua mengambil keputusan untuk melaporkan ke pihak kelurahan, agar anak tersebut bisa segera diamankan ke dinas sosial dan penanganan yang lebih baik, saya salut dengan orangtua Slamet," jelasnya Agus Tandi.
Sementara itu, ditempat yang sama, Sirajuddin selaku paman Slamet menuturkan, mengakui Slamet terkadang tidak bisa di kontrol, mulai dari ngamuk serta menghancurkan barang-barang di rumahnya.
"Saya sendiri pernah tinggal satu rumah dengan Slamet, namun karena kelakuan Slamet yang membuat saya takut, akhirnya saya pindah," pungkasnya. (may/rus)
Editor : adminbp-Admin Balpos