BALIKPAPAN-Sebelas warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, nyaris kehilangan nyawa setelah kapal motor (KM) Aviat Samudera yang mereka tumpangi karam di perairan timur laut Sakala bagian utara Lombok. Kapal yang mengangkut 220 ton garam dan 85 ton bawang merah itu angkat jangkar dari NTB menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (1/8) dini hari.
Setelah sehari semalam mengarungi samudera, keesokan harinya (2/8) sekira pukul 09.00 Wita, kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan. As kapal patah, sehingga kemudi tidak berfungsi. Kondisi semakin parah ketika air laut perlahan masuk ke kapal. Dengan sigap, kru kapal dengan sigap menguras air yang menggenangi kapal.
Kesebelas kru berjuang mengeluarkan air dari kapal selama tiga jam. Kapal akhirnya tak bisa lagi dikemudikan, sementara air yang masuk tak lagi terbendung. Sekira pukul 12.00 Wita, cuaca memburuk sehingga kapal yang sudah kemasukan air karam ke dasar laut. Sebelum tenggelam, anak buah kapal (ABK) berhasil menurunkan rakit sehingga seluruh kru naik ke atasnya.
“Sudah standarnya kapal mempunyai rakit. Saat kapal mulai tenggelam, kami langsung mengeluarkan rakit dan semuanya naik rakit,” ujar Firdaus, juru mudi KM Aviat Samudera.
Di atas rakit, sebelas orang itu terombang-ambing tanpa arah tujuan. Agar bisa bertahan hidup, para ABK mencoba bertahan dengan cara menyantap mi instan mentah dan air mineral yang mereka bawa dalam peralatan sebelum kapal tenggelam. Setelah 12 jam terapung, pada Sabtu (3/8) pukul 00.00 Wita melintas kapal nelayan Manggar, KM Restu Alam IA dan berpapasan dengan rakit yang ditumpangi ABK asal Bima.
Saat jarak 2 mil, mereka langsung mengarahkan cahaya senter ke KM Restu Alam. Melihat sorotan cahaya, kapal nelayan Manggar yang dinakhodai M Bahar (44) warga Jalan Selili, RT 43 Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, menghampirinya. Kapal asal Balikpapan itu hendak berlayar menuju Bali.
“Mungkin karena merasa kasihan, kapal mereka mendekat dan langsung menaikkan kami ke kapalnya dan dibawa ke Balikpapan,” ujar Firdaus.
Setelah puluhan jam berlayar, pada Senin (5/8) pukul 00.00 Wita, 11 kru KM Aviat Samudera mendarat di TPI Manggar. Mereka dibawa ke rumah warga untuk istirahat sebelum ditemui petugas BPBD Balikpapan.
Secara terpisah, Kepala Tata Usaha BPBD Balikpapan Timur Ridwan mengatakan, pihaknya telah menemui dan melakukan penanganan, seperti memberi makan serta cek kesehatan. (gan/yud/k1)
Editor : adminbp-Admin Balpos