Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dua Kapal dari Balikpapan Bantu Evakuasi

adminbp-Admin Balpos • Senin, 26 Agustus 2019 | 11:21 WIB

BALIKPAPAN-Evakuasi para penumpang akibat terbakarnya KM Santika Nusantara di perairan Masalembu terus dilakukan. Sebelumnya, KN Wisanggeni dari Balikpapan yang ikut membantu proses evakuasi sudah tiba di lokasi kejadian, malam tadi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, proses evakuasi terus berlangsung.

Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Balikpapan, Octavianto mengatakan, pihaknya telah menurunkan KN Wisanggeni dengan membawa 32 personel. Termasuk di dalamnya rescuer dan analisis ops SAR. Mereka tiba di lokasi kejadian setelah menempuh perjalanan lebih dari 20 jam.

“Kendala di perjalanan, ombak tinggi sekitar satu sampai dua meter. Baru pagi kondisi sudah mendukung, sehingga dilanjutkan kembali menuju perairan Masalembu,” kata Octa kemarin.

Dari data sementara yang dihimpun, ratusan korban telah dievakuasi menggunakan sejumlah kapal. Yakni, 306 penumpang dan 3 korban yang meninggal dunia. Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Cabang Dharma Lautan Utama (DLU) Balikpapan, Saleh. Pihaknya juga menurunkan kapalnya untuk membantu evakuasi. KM DLU Fery 7 yang diturunkan berhasil mengevakuasi 64 korban selamat.

“Iya, evakuasi dari lokasi kejadian sudah ada 64 orang,” sebutnya saat dikonfirmasi kemarin.

Saleh menerangkan, pihaknya telah mengantarkan korban selamat ke posko di Surabaya. Sejauh ini belum ada arahan terkait proses pemulangan kembali penumpang kapal dengan tujuan Balikpapan ini. Namun, pihaknya menyatakan siap bila diminta bantuan untuk memulangkan penumpang tersebut.

“Semuanya di Surabaya, kami kemarin hanya membantu evakuasi. Sejauh ini sih belum ada arahan lanjutan. Kalau memang ada permintaan untuk angkut kembali ke Balikpapan, kami selalu siap. Kalau data-data penumpang yang kami angkut itu, semua ada di Surabaya. Saya belum terima,” bebernya.

Proses evakuasi pun terus dilakukan. KN Wisanggeni juga sudah tiba di lokasi kejadian, tinggal menunggu arahan dari SAR Mission Coordinator (SMC) Kantor SAR Surabaya. Pihaknya hanya ditugaskan untuk membantu mem-backup proses evakuasi.

“Selanjutnya kendali operasi dipegang oleh SMC, kami sifatnya hanya mem-backup,” pungkasnya.

Di bagian lain, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Masalembu menerbitkan telegram pada nakhoda kapal. Telegram yang diterbitkan pada Sabtu (24/8) lalu ditujukan kepada para nakhoda kapal yang melintas di lokasi kejadian terbakarnya KM Santika Nusantara. Tujuannya agar mereka waspada dan berhati-hati karena bangkai KM Santika Nusantara telah bergeser.

“Adapun pergeseran bangkai kapal Santika Nusantara tersebut disebabkan oleh faktor angin dan gelombang laut,” ucap Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Ahmad. Dia memperoleh informasi dari kapal-kapal nelayan.

Untuk itu, Ditjen Perhubungan Laut mengeluarkan telegram untuk nakhoda kapal yang melintas dan berlayar di sekitar perairan tersebut. “Apabila menemukan hal-hal lainnya, dapat segera menghubungi Syahbandar Masalembu atau Stasiun Radio Pantai Masalembu,” ujar Ahmad.

Untuk membantu pemantauan, Operator KM Santika Nusantara, yaitu PT Jembatan Nusantara telah mengirimkan satu unit kapal untuk pemantauan.  Selain itu, juga telah diberangkatkan satu unit tugboat yang rencananya akan menarik bangkai KM Santika Nusantara ke Gresik.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab terbakarnya KM Santika Nusantara. Sejumlah data dikumpulkan, termasuk menggali keterangan para penumpang. Investigator KNKT Nico Maris mengatakan, KNKT tengah mengumpulkan data-data, keterangan para penumpang, termasuk wawancara dengan penumpang KM Santika Nusantara.

“Kami cari bukti awal untuk mengungkap penyebab kebakaran KM Santika Nusantara ini lebih dulu,” ujarnya.

Melalui Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet menyampaikan, korban terbakarnya KM Santika Nusantara dijamin asuransi. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017, bagi seluruh korban meninggal dunia, berhak menerima santunan sebesar Rp 50 juta yang akan diserahkan kepada masing-masing ahli waris sesuai domilisi korban.

Untuk seluruh korban luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit di mana korban dirawat. Biaya maksimum yang ditanggung Rp 20 juta serta menyediakan manfaat tambahan biaya P3K maksimum Rp 1 juta.

“Biaya ambulans maksimum sebesar Rp 500 ribu terhadap masing-masing korban luka-luka,” tuturnya. (yad/lyn/han/jpg/cal/k1)

Editor : adminbp-Admin Balpos